Berita Viral
Nasib Pilu Pelajar Difabel Diperkosa 7 Pria Bejat di Blora, Dipaksa Melayani, Diiming-iming Makanan
Bejatnya tujuh pria di Blora yang memperkosa pelajar difabel berinisial DS (15) sampai hamil tujuh bulan. Bahkan ada pelaku berusia 52 tahun melakukan
Akibat peristiwa tersebut korban mengandung janin yang kini sudah berusia tujuh bulan.
Korban yang tergolong difabel ringan, tidak menyadari kondisinya hingga saat ini.
Ia mengira bahwa dirinya hanya mengalami masalah kesehatan.
Kasus tragis ini saat ini sedang ditangani oleh Polres Blora, dengan dukungan dari dinas terkait dan didampingi oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH).
Menurut Agus Susanto, Direktur LBH Kinasih, insiden ini pertama kali terungkap saat tetangga korban mulai curiga dengan kondisi fisiknya.
Identifikasi awal mengungkap fakta yang sangat mengkhawatirkan, bahwa korban mengandung janin dan berada dalam usia kehamilan tujuh bulan.
Baca juga: PERPUTARAN Uang Judi Online di Indonesia Mencapai Rp 350 Triliun, OJK Blokir 1.700 Rekening Bank
Baca juga: Puluhan Pemuda Gelar Aksi Dukung Gibran Rakabuming Raka Jadi Cawapres 2024
Kejadian ini telah memunculkan kecaman dan keprihatinan dalam masyarakat Blora dan sekitarnya.
Pihak berwenang, termasuk Polres Blora, telah memulai penyelidikan dalam kasus ini untuk mengidentifikasi dan memeriksa semua pihak yang terlibat.
‘’Korban telah dipanggil dan diperiksa. Untuk membuktikan kecurigaan tersebut, korban dibawa ke puskesmas untuk diperiksa bidan. Keluarga korban syok dan sudah lapor September lalu.
Kini ditangani pihak berwajib,’’ jelasnya.

Dirinya juga mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pihak kepolisian, ternyata terungkap sebanyak tujuh orang telah memerkosa korban.
Hal tersebut dilakukan pada waktu dan tempat yang berbeda.
‘’Bahkan ada satu orang yang tega melakukannya sebanyak sembilan kali.
Terkini, ada terduga pelaku kabur dan dalam pencarian,’’ ucapnya.
Terpisah, Plt Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Blora, Luluk Kusuma mengatakan telah melakukan pendampingan terhadap korban.
Pihaknya telah menurunkan tim untuk setiap saat mendampingi korban.
‘’Kami sudah tangani psikologis korban dengan pihak RSUD,’’ ujar Luluk Kusuma.
(*/TRIBUN-MEDAN.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.