Tribun Wiki

Albertus Soegijapranata, Uskup Agung Pertama yang 100 Persen Katolik dan Indonesia

Albertus Soegijapranata, ia adalah Uskup Agung pertama dari Indonesia yang 100 persen Katolik

Editor: Array A Argus
INTERNET
Albertus Soegijapranata, Uskup Agung pertama di Indonesia 

Albertus Soegijapranata menamatkan pendidikannya di Kolese Xaverius pada tahun 1915.

Keinginannya untuk terus mendalami ajaran Katolik tidak usai dengan selesainya masa pendidikan di Kolese Xaverius, dan berkeinginan menjadi seorang imam.

Maka pada tahun 1916, Soegija pun dikirim ke Gymnasium, Uden, Belanda. Di sana dia mengikuti kegiatan imamat dan mendalami ilmu agama Katolik.

Selain itu, Soegija juga mendapatkan pelajaran bahasa Latin, Yunani, hingga Filsafat, di bawah asuhan Ordo Salib suci, atau Ordo Sanctae Crucis (OSC).

Sejak itu, perjalanan keilmuan Soegija terus berlanjut hingga dia memperdalam ilmu Teologi di Maastricht, Limburg, Belanda.

Di Maastricht inilah pada tahun 1931 Soegija menerima Sakramen Imamat dari Uskup Roermond. Soegija lantas menambah kata pranata pada namanya, hingga menjadi Soegijapranata.

Dua tahun setelah pentahbisan itu, Soegijapranata kembali ke Tanah Air, dan langsung ditugaskan sebagai Pastur Pembantu di Bintaran, lalu diangkat menjadi Pastur Paroki.

Pada tahun 1940, melalui telegram dari Kardinal Giovanni Battista Montini, Soegijapranata diangkat menjadi pemimpin Vikarat Apostolik.

Vikarat Apostolik adalah otoritas kawasan dalam Gereja Katolik Roma yang dibentuk di wilayah yang belum memiliki keuskupan.

Saat itu, Vikarat Apostolik baru ada satu yaitu di Batavia dan dipimpin oleh Mgr. Petrus Wilekens.

Pertumbuhan pemeluk Katolik yang meningkat membuat Mgr. Petrus mengusulkan pembentukan Vikarat Apostolik yang baru.

Dalam telegram itu pula Soegijapranata ditunjuk menjadi Uskup Tituler Danaba. Saat menerima telegram itu, Soegijapranata digambarkan menangis dan tidak percaya.

Meski demikian, Soegija tetap menerima penugasan tersebut.

Pada tanggal 30 September 1940, Soegija pun pergi ke Semarang. Dia dikuduskan oleh Wilekens pada tanggal 6 Oktober 1940, di Gereja Rosario Suci Randusari.

Dengan pentahbisan tersebut, Soegijapranata pun resmi menjadi uskup pribumi pertama di Indonesia.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter  

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved