Tribun Wiki
Raja Uti, Perintis Agama Parmalim di Tanah Batak
Parmalim atau Ugamo Malim kini sudah mendapat pengakuan dari Pemerintah Indonesia. Parmalim menjadi aliran kepercayaan yang diakui di Indonesia
Dalam hal kosmologinya, Parmalim mengimani adanya tiga alam "kehidupan" yakni Banua Ginjang (khayangan), Banua Tonga (bumi), dan Banua Toru.
Tiga Sekte
Ugamo Malim atau Parmalim juga dikenal memiliki beberapa skte.
Tiga sekte yang terkenal di Ugamo Malim adalah Parmalim dengan pimpinan, (rasul?) Raja Mulia Naipospos berkedudukan di Huta Tinggi, Laguboti.
Sekte yang kedua dengn rasulnya Guru Somalaing berkedudukan di Balige.
Kemudian sekte ketiga dengan rasul Guru Mangantar Manurung di Si Gaol Huta Gur-gur, Porsea.
Baca juga: Koh Panyee, Desa Muslim di Thailand yang Didirikan Tiga Nelayan Asal Jawa
Sekte lain yang sudah pudar adalah Agama Putih dan Agama Teka.
Dalam berbagai literasi disebutkan, bahwa Parmalim memiliki kitab yang namanya Tumbaga Holing.
Penganut Ugamo Malim juga memiliki pantangan seperti agama lainnya.
Mereka berpantang untuk menerapkan riba, makan darah, mengonsumsi babi, anjing dan monyet.
Dua Ritual Besar
Dalam laman Kemendikbud RI disebutkan, bahwa Ugamo Malim atau Parmalim melakukan dua kali ritual besar dalam setahun.
Pertama, Parningotan Hatutubu ni Tuhan atau Sipaha Sada.
Ritual ini dilangsungkan saat masuk tahun baru Batak, yaitu di awal Maret.
Ritual lainnya bernama Pameleon Bolon atau Sipaha Lima, yang dilangsungkan antara bulan Juni-Juli.
Ritual Sipaha Lima dilakukan setiap bulan kelima dalam kalender Batak.
Baca juga: 7 Negara Muslim di Rusia, Termasuk Kampung Juara UFC Khabib Nurmagomedov
Ini dilakukan untuk bersyukur atas panen yang mereka peroleh.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ritual-parmalim_20171122_150309.jpg)