Breaking News

Berita Viral

Tragis, Bocah SD di Semarang Tewas Secara Tak Lazim, Dubur dan Kemaluan Robek, Diduga Dirudapaksa

Bocah malam ini sempat sakit dan dirawat selama dua hari sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Editor: Satia
Thinkstockphotos.com
Ilustrasi Bocah Diduga Dirudapaksa 

TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Tragis, bocah Sekolah Dasar di Semarang, Jawa Tengah meninggal dengan cara tak lazim.

Korban ditemukan tewas dalam kondisi dubur dan kemaluan sobek.

Bocah malam ini sempat sakit dan dirawat selama dua hari sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Diduga kematian bocah kelas enam SD tersebut karena menjadi korban pelecehan.

Baca juga: Respons Guru SMP Swasta di Medan Tahu Satu Terduga Pelaku Rudapaksa Muridnya Hingga Hamil Ditangkap

Meski demikian, hal tersebut masih dipenuhi tanda tanya.

Diketahui, korban berinisial DKW berusia 12 tahun tewas di Kampung Klungsu, Kelurahan Kemijen, Kecamatan Semarang Timur, Semarang/

Korban menghembuskan nafas terakhirnya pada  Rabu (1/11/2023).

Sebelumnya, temuan jenazah anak berusia 7 tahun dengan kondisi serupa terjadi di Kelurahan Sawah Besar, Gayamsari, Semarang, Selasa (17/10/2023).

Baca juga: Heboh, Sempat Hilang, Bocah SD di Palu Ternyata Dicekik Pemuda Berusia 16 Tahun Hingga Tewas

"Ternyata di luar dugaan, meninggalnya ada sesuatu, saya enggak tahu itu. Ternyata ada tadi ke ranah hukum, ada inafis ke sini, saya belum tahu persis katanya ada penggumpalan, indikasinya pelecehan," tutur Ketua RW 011 Agus Dwi Cahyono, saat ditemui di lokasi, Rabu.

"Tapi saya enggak tahu persis pihak keluarga," imbuhnya.

Agus mendapat informasi bocah malang itu meninggal pukul 03.30 WIB.

Tapi, hingga beberapa jam kemudian jenazah tak juga diantar ke rumah.

Ternyata korban harus menjalani visum luar karena didapati indikasi kematian tidak wajar.

Baca juga: Kesal Ngaku Dizalimi, Golkar Tantang PDIP Pecat Gibran: Ini Bukan Drakor, Tak usah Dibuat Melankolis

"Tadi info meninggal tadi pagi jam setengah 4 dari pihak keluarganya." ujarnya.

"Ditunggu 2 jam kok jenazah belum sampai rumah, kami telpon Babinkatibmas, terus beliau, siap saya tak menghubungi rumah sakit sama Polsek Semarang Timur," lanjut dia.

Baca juga: Firasat Ibu Korban Menantu Hamil Digorok Mertua, Diduga Dibunuh Besan Satu Jam Setelah Teleponan

Ia mengatakan, korban yang masih duduk di bangku kelas 6 SD itu tinggal bersama ayah, ibu, dan kakak laki-lakinya yang berusia 18 tahun.

"Tinggal sama orangtuanya sama anaknya dua. Korban kelas 6 SD," ujar dia.

Pihaknya mendapat informasi tersebut dari sanak keluarga yang menunggu korban di tempat tinggal.

Beberapa hari terakhir ia mendengar korban mengalami sakit demam.

"Yang pertama ngasih tahu mase bapak korban, orangtuanya di rumah sakit nunggu di sana. Meninggalnya sakit panas katanya," ujar dia.

Padahal, sebelumnya korban terlihat masih bermain sepeda bersama teman-temannya di lingkungan sekitar.

Baca juga: Tradisi Adat Mangirdak Hingga Martutu Aek di Batak Toba, Proses Sebelum Melahirkan Hingga Lahiran

"Kemarin sepedaan listrik sama teman-temannya. Main biasa gitu, 3 hari sebelumnya." jelasnya.

"Sempet tanya 2 hari lalu sakit, jarang kelihatan," ujar dia.

Pantauan Kompas.com, rumah duka sudah dipadati para tetangga yang melayat di sana.

Pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. 

Polisi menemukan indikasi bahwa korban diduga mengalami pelecehan seksual.

Baca juga: TOTAL Gaji Ronaldo di Al Nassr Belum Setahun Lewati Rp 2 Triliun, Bisa Beli Sheffield United

"Dari dokter dilakukan pemeriksaan, ada perubahan bentuk di dubur dan sobek di selaput vagina." ungkapnya.

"Bisa dimungkinkan seperti itu (tidak wajar). Kemungkinan seperti itu (luka di kemaluan)," ujar Kapolsek Semarang Timur, IPTU Iwan Kurniawan.

Kasus kematian bocah tersebut hingga kini masih diselimuti tanda tanya terkait penyebabnya.

 

Artikel ini diolah Tribunnewsmaker

Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved