Kesehatan

RSUP Haji Adam Malik Kembali Lakukan Transplantasi Ginjal, Pasien Pertama setelah Pandemi

Operasi transplantasi ginjal seorang adik ke kakaknya di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) berjalan lancar.

TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN
Tim pelaksana operasi tranplantasi ginjal yang dilakukan RSUP HAM, Senin (4/12/2023). (Tribun Medan/Husna Fadilla) 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Operasi transplantasi ginjal seorang adik ke kakaknya di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Haji Adam Malik (HAM) berjalan lancar.

Tranplantasi ginjal ini sudah yang ke lima kali dilakukan RSUP HAM, dimana pada operasi kali ini adalah pasien E (24) sebagai pendonor dan pasien F (31) sebagai resipien.

dr Otman Siregar SpOT, Spine, MH selaku Direktur Pelayanan Medik menyampaikan di RSUP HAM sendiri sudah melakukan transplantasi ginjal untuk yang ke 5 kalinya.

"Iya ini merupakan transplantasi ke 5 di RSUP HAM, dimana 4 sebelumnya dilakukan sebelum covid 19 dan sempat terhenti program ini. Hingga di tahun 2023 ini baru kita membuka lagi," ujarnya dalam konferensi pers di RSUP HAM, Senin (4/12/2023).

RSUP HAM melakukan transplantasi ginjal dipantau tim dari RSCM Jakarta, yakni Dr.dr. Maruhum Bonar Hasiolan Marbun, Prof.Dr.dr. Nur Rasyid, dr. Gerhard Reinaldi Situmorang, Sp.U(K), PhD, dr. Sahat Basana Romanti Ezer Matondang, Sp.Rad (K), dr. Rahendra, Sp.An-KAR dan dr. Alfan Mahdi Nugroho, Sp. An-KAR,KAO.

Kemudian, dr. Alwi Thamrin Nasution selaku Ketua Tim Kerja Transplantasi Ginjal menyampaikan proses transplantasi hingga selesai berjalan lancar.

"Didalam tranplantasi ginjal setelah dicangkokkan yang perlu diperhatikan adalah urine. Tadi berkisar 5 menit setelah pencangkokan, sudah mengeluarkan urine, artinya berhasil," ujarnya.

Disampaikannya hingga saat ini pasien dalam keadaan sehat, baik pendonor maupun resipien.

Transplantasi ginjal atau cangkok ginjal dikatakan dr. Alwi, merupakan terapi paling ideal bagi penderita gagal ginjal. Ini karena transplantasi ginjal dapat menyingkat waktu penyembuhan. Dengan demikian pasien tak perlu lagi melakukan cuci darah berulang serta menghabiskan biaya hingga ratusan juta rupiah.

"Tranplantasi menjadi pilihan paling efektif, berdasarkan data secara keseluruhan di Indonesia sendiri tingkat keberhasilan sejauh ini mencapai 90 persen," ungkapnya.

Prioritas untuk melakukan pencangkokan ginjal ini kata dr. Alwi diprioritaskan pada usia produktif. Bagi pencangkok bisa hingga usia 60 tahun.

Penyebab paling tinggi terjadinya gagal ginjal di Indonesia sendiri biasanya hipertensi dan diabetes.

"Di Indonesia sendiri penyebab terbesarnya adalah dua hal ini. Kemudian pola hidup," katanya.

Jangka waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan pasien dalam hal ini adalah sekitar 5-7 hari.

"Dilakukan pemantauan secara signifikan yakni produksi harian urine pasien," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved