Ayah Bunuh 4 Anaknya
Panca Darmansyah Kini Menyesal, 4 Anak yang Dibunuhnya Dimakamkan, Tangis Istri Pecah di Pemakaman
Diketahui, ayah yang tega menghabisi empat anaknya di Jagakarsa, Jakarta Selatan itu kini dirawat di rumah sakit akibat berusaha mengakhiri hidupnya.
TRIBUN-MEDAN.COM, MEDAN - Panca Darmansyah sekarang baru menyesal, setelah membunuh 4 anak kandungnya di dalam rumah.
Keempat anak malang ini ditemukan tewas membusuk di dalam rumah, di Jagakarsa, Jakarta Selatan, pekan lalu.
Kini, keempat anaknya sudah dimakamkan tanpa kehadiran Panca Darmansyah, hanya ada ibu mereka saja.
Baca juga: Safari Natal, Helmax Alex Tampubolon Disambut Hangat Warga Belawan
Permintaan Panca Darmansyah terkait pemakaman anak juga tak terkabul. Apa itu?
Diketahui, ayah yang tega menghabisi empat anaknya di Jagakarsa, Jakarta Selatan itu kini dirawat di rumah sakit akibat berusaha mengakhiri hidupnya.
Selain menyesali perbuatannya itu, keinginan Panca untuk melihat anak-anaknnya untuk terakhir kali tak terpenuhi.
Keempatnya dikebumikan pada Minggu (10/12/2023) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Perigi Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Baca juga: KISAH Mahasiswi Dilamar Dosen Sendiri, Tunangan Sehari Sebelum Sidang Skripsi, Umur Beda 10 Tahun
"Pesan dia sebenarnya, terkait anak-anak yang sudah meninggal, dia ingin melihat untuk yang terakhir kalinya, pemakamannya. Itu saja pesannya," kata Amriadi Pasaribu, kuasa hukum Panca, kemarin.
Pesan-pesan itu Panca sampaikan pada hari yang sama dengan penjemputan empat jenazah anaknya dari RS Polri Kramatjati untuk dimakamkan di TPU Perigi Sawangan, Depok, Minggu.
"Saya mewakili (pelaku dan keluarga), innalillahi wa innailaihi rojiun kepada anak-anak. Turut berduka cita untuk hilangnya (nyawa) anak-anak tidak bersalah ini," tutur Amriadi.
"Kemudian, juga mewakili klien, memohon maaf sama keluarga besar, kemudian juga untuk seluruhnya (masyarakat)," imbuh dia.
Istri Panca di Pemakaman
Sementara D, ibu dari empat anak-anak yang jadi korban kekejaman Panca, hadir dalam pemakaman mereka.
Baca juga: Survei Kompas, Elektabilitas Ganjar Terbawa, TKD Sumut : Jangan-jangan Tim Kampanye Tidak Serius
Wanita yang juga mengalami kekerasan oleh Panca berusaha tegar di pemakaman.
Ia terlihat memeluk boneka berwarna hijau sambil memandangi proses pemakaman anak-anaknya meski baru saja dirawat di rumah sakit.
Sejak Sabtu 2 Desember 2023, D dirawat di rumah sakit karena mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh suaminya.
Saat pembunuhan terjadi, ia sedang dirawat di rumah sakit karena luka-lukanya akibat perilaku Panca.
Panca Darmansyah membunuh anak-anaknya sehari setelah D masuk rumah sakit atau pada Minggu 3 Desember 2023.
Baca juga: Berikut Cara Daftar SNBT-UTBK, Lengkap dengan Jadwal Pelaksanaannya
Jenazah keempat anak tak berdosa itu kemudian baru diketahui tiga hari kemudian setelah warga mencium bau busuk.
Dikutip dari Kompas.com, setelah anak-anaknya dimakamkan, D tampak menabur bunga di atas tanah pemakaman.
D sembari mengucapkan kata-kata terakhir yang mengaku ikhlas dengan apa yang terjadi.
"Mama ikhlas, nak. Jaga kakak," bisik D lirih sembari mengusap air matanya.
Menghabisi Anak Secara Sadar
Sebelumnya, Panca tersangka pembunuh empat anaknya sendiri mengungkap caranya menghabisi empat anak yang seharusnya ia sayangi tersebut.
Baca juga: JADWAL 5 Laga Liverpool yang Bisa Menjauh dari Kejaran Arsenal di Klasemen, Ujian Pertama Hadapi MU
Pria 41 tahun ini mengaku membunuh mereka pada hari Minggu (3/12/2023) siang di konrakan mereka di Gang Roman, RT 03/04, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Ironisnya lagi, sang bapak ini menghabisi denga sadis keempatnya sambil merekam mereka satu per satu.
Sebelum kejadian itu, sang istri juga menjadi korban kekerasan Panca.
Ia dihajar oleh sang suami hingga mengalami luka-luka.
Sabtu (2/12/2023), Panca dilaporkan melakukan KDRT terhadap istrinya.
Baca juga: Antisipasi Kemacetan, KAI Divre I Sumut Imbau Penumpang KA Medan Atur Waktu Keberangkatan
Sang istri mengalami luka akibat penganiayaan tersebut.
"Ininya (kening) benjol-benjol, lagi duduk megangin perut," kata tetangga yang melihat aksi KDRT, Titin.
Setelah itu D pun menjalani perawatan ke rumah sakit.
Sementara Panca Darmansyah tetap di kontrakan bersama 4 anaknya.
Pada Sabtu malam, ia sempat membuat status di WhatsApp soal keberadaannya.
Status WA itu bertuliskan 'Sementara numpang di rumah teman, Kamis baru pulang'.
Baca juga: Antisipasi Kemacetan, KAI Divre I Sumut Imbau Penumpang KA Medan Atur Waktu Keberangkatan
Pemilik kontrakan dan tetangganya pun mengira Panca dan anak-anaknya memang tak ada di rumah.
"Dari malam Minggu suara anak kecil enggak ada," kata pemilik kontrakan, Dwi.
Hal itu juga diperkuat dengan kondisi lampu di depan rumah yang tidak dimatikan oleh Panca pada Minggu pagi.
Berdalih tak ada di kontrakan, ternyata Panca dan 4 anaknya masih ada di dalam.
Baca juga: Jadwal dan Prediksi Liga Champions, Tim Top Datang dengan Luka dari Liga Domestik
Minggu siang sekira pukul 13.00 WIB, Panca Darmansyah mulai mengeksekusi 4 anaknya satu persatu.
"Disekap (dibunuh) hari Minggu 3 Desember sekitar pukul 13.00 - 14.00 WIB," kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Bintoro.
Aksi sadis yang dilakukan Panca itu bahkan ia rekam lewat ponselnya.
"HP dan laptop yang digunakan P sebelum kejadian, saat kejadian," ujarnya.
Keempat anaknya itu dihabisi oleh Panca Darmansyah secara bergiliran.
Baca juga: Jelang Natal-Tahun Baru, Aiptu Beta Sinambela Pantau Harga Sembako Pasar Dwikora Siantar
"Secara bergantian," kata AKBP Bintoro.
Panca Darmansyah mengeksekusi anaknya satu persatu mulai dari yang paling bungsu hingga yang tertua.
"Dimulai yang pertama anak paling kecil inisial A (1), dilanjutkan inisial A juga (3), selanjutnya anak ketiga S (4)," tuturnya.
Ayah 4 anak itu kemudian menyelesaikan pembunuhan itu di anak sulungnya.
"Yang terakhir anak korban yang tertua umur 6 tahun," lanjutnya.
Setelah selesai mengeksekusi satu persatu anaknya, Panca lalu menata barang-barang di dekat jasad anaknya.
"Menata barang bukti berupa mainan kesukaan dari para korban," ucap Bintoro.
Baca juga: Nasib Dua Mahasiswa Unand Terancam Dipecat, Kepergok Mesum di Masjid, Ngaku Sudah 3 Kali Dilakukan
Panca mengeksekusi anak-anaknya dengan cara dibekap.
"Setelah 15 menit tidak bernapas, P bergantian terhadap korban berikutnya," jelasnya lagi.
Bahkan aksi sadis itu dilakukan oleh Panca Darmansyah saat anak-anaknya sadar dan tidak dalam kondisi tidur.
"Dalam kondisi sadar, penyekapannya pakai tangan," pungkasnya.
Ancaman Hukuman Mati
Tersangka kini menghadapi ancaman hukuman seumur hidup atau bahkan hukuman mati.
AKBP Bintoro, mengungkapkan bahwa ancaman hukuman tersebut muncul setelah P diidentifikasi sebagai tersangka.
Khususnya dengan dugaan melanggar Pasal 338 jo 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana serta Undang-Undang Perlindungan Anak.
“Pada malam ini, Polres Metro Jakarta Selatan telah melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk menetapkan P sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan empat anak yang terjadi di Kebagusan, Jakarta Selatan,” ujarnya pada Jumat (8/12/2023) malam.
Bintoro menambahkan bahwa pihaknya berhasil mengumpulkan bukti dari keterangan 12 orang saksi yang telah diperiksa.
“Keterangan saksi adalah salah satu bukti yang diperoleh.
Sebanyak 12 orang saksi telah diperiksa oleh tim penyidik Polres Jakarta Selatan,” ungkapnya.
Artikle ini diolah Tribuntrends
Baca Berita Tribun Medan Lainnya di Google News
Panca Darmansyah Baru Menyesal Membunuh
4 Anak di Jagakarsa Dibunuh Ayahnya Baru Menyesal
Tangis Istri Pecah di Pemakaman
Tribun Medan
Berita Viral
empat anak dibunuh ayah kandung dikubur
PANCA Menangis Meratapi Coretan di Tembok Kamar Anaknya, Kekejamannya ke Istri Terungkap |
![]() |
---|
TERKUAK Pesan Panca Darmansyah Kepada Istri Setelah 4 Anak Dibunuh: Kamu Bebas Bersama Selingkuhanmu |
![]() |
---|
TERKUAK Ancaman Panca ke Istri Sebelum Bunuh 4 Anaknya: Tunggu Tanggal Mainnya! |
![]() |
---|
Polres Metro Jakarta Selatan Gelar Rekontruksi Kasus Pembunuhan 4 Anak di Jagakarsa Usai Salat Jumat |
![]() |
---|
NGAKU 5 Kali Coba Akhiri Hidup, Panca Darmansyah Tak Kuat Nahan Lapar: Kenapa Saya Masih Hidup? |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.