Penemuan Mayat di Unpri

Kapolda Sumut Tertawa saat Ditanya soal UNPRI Diduga Bawa Kabur Boks Berisi Mayat Pakai Pikap

Saat ditanya jika UNPRI Medan diduga mencoba menghilangkan barang bukti dengan membawa boks biru menggunakan mobil pikap, Irjen Agung terlihat tertawa

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Kapolda Sumut Irjen Agung Setya Imam Effendi saat menyatakan temuan lima mayat di lantai 15 Universitas Prima Indonesia (UNPRI) pada Selasa 12 Desember lalu merupakan cadaver, mayat yang digunakan untuk praktek mahasiswa kedokteran. Ia menyebut mayat didapat secara legal, Kamis (14/12/2023). 

Katanya, rumor adanya mayat itu beredar di kalangan kampus sejak Minggu (3/12/2023) silam.

Saat itu, ada sebuah tong air berwarna biru berada di parkiran lantai 9 di kampus mereka.

"Kami dapat informasi itu di hari Minggu. Kami tahu dari mahasiswa kedokteran yang keceplosan bilang kalau ada mayat di lantai 9," katanya saat diwawancarai, Rabu (13/12/2023).

Ia menyampaikan, setelah mendengar hal tersebut lantaran penasaran dia dan teman-temannya sempat mengecek ke lokasi keberadaan mayat tersebut.

"Hari Rabu tanggal 6 kemarin kemarin kami cek, masih ada bak biru itu. Kondisinya di tutup cuma penutupnya itu di pasang baut," sebutnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan keesokan harinya pada Kamis (7/12/2023) pihak kepolisian sempat mendatangi lokasi.

Namun, setibanya polisi di lokasi bak berwana biru berisikan mayat itu sudah tidak ada lagi di tempat.

"Hari Kamis nya kan datang itu polisi, cuma sudah nggak ada lagi bak biru itu," ucapnya.

Dikatakannya, soal video beredar yang menunjukkan kondisi mayat tersebut juga sempat beredar di kampusnya.

"Kabarnya yang merekam itu mahasiswa hukum, cuma nggak kenal orangya. Informasinya yang ngerekam itu sudah kena surat peringatan dari kampus," ujarnya.

(Cr25/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved