Sekeluarga Tewas di Rumah

Terungkap Motif Een Membunuh Sekeluarga di Sumsel, Pelaku Kesal Diduga Merugi Usai Beri Modal Bisnis

Sebelumnya Eeng membunuh satu keluarga yang terdiri dari Heri (50), ibunya Masturo alias Juray (70) dan kedua anak Heri, M (12) dan A (5).

|
Editor: Satia
Istimewa
Terungkap motif pembunuhan sekeluarga di Sumsel 

Eeng mengungkapkan alasannya menendang jenazah Aurel sampai masuk ke septic tank agar tidak ketahuan.

"Supaya mayatnya tidak kelihatan pak," ujar Eeng.

Baca juga: Libur Nataru, KAI Divre I Sumut Layani 120.430 Penumpang

Seperti diketahui keempat jenazah ditemukan pada tempat terpisah.

Heri dan Masturo ditemukan di dalam rumah, sementara M di pojok kebun sekitar TKP pertama dan A ditemukan di dalam septic tank.

"Mulanya saya berkelahi dengan Heri, lalu Heri lari ke dalam rumah sampai kamar saya pukul dia pakai kayu bakar. Lalu ibunya juga setelah dipukul saya ikat, masing-masing satu kali," katanya.

Dua anak Heri yang melihat kejadian itu kabur keluar rumah agar tidak menjadi sasaran, nahasnya Eeng mengejar dua bocah malang tersebut.

"Saya kejar pertama yang anaknya laki-laki dulu pak, baru habis itu yang perempuan. Setelah dipukul ditendang ke septic tank. Saya pukul juga anak-anaknya karena takut mereka bakal melapor ke warga, yang anak laki-laki lebih dari 2 kali pak," tuturnya.

Setelah menghabisi anak Heri, Eeng kembali ke rumah untuk memeriksa kondisi Heri.

Baca juga: Libur Nataru, KAI Divre I Sumut Layani 120.430 Penumpang

Karena terlihat masih bergerak, Eeng memukulnya lagi sampai tak bergerak.

Eeng yang sudah menghabisi keempat korban mengambil uang tunai Rp 1,5 juta dan tiga handphone yang ada di rumah Heri.

Mengaku Diserang Duluan
Direskrimum Polda Sumsel, Kombes Pol M Anwar Reksowidjojo mengatakan berdasarkan keterangan pelaku, saat itu korban terlebih dahulu menyerang pelaku, sehingga terjadilah perkelahian.

Pelaku memukul korban dengan kayu, korban Masturo ibu korban yang melihat kejadian ingin membantu korban.

"Ibu atau nenek korban pun ikut dipukul pelaku dengan kayu. Saat itu dua anak korban yang berusia 12 tahun dan 5 tahun waktu kejadian melarikan diri ke arah belakang rumah lalu dikejar pelaku," jelasnya.

Kemudian pelaku kabur membawa handphone lalu dibuang ke sungai beserta kayu yang digunakan untuk memukul keempat korban.

"Handphone korban dan kayu dibuang pelaku ke kali," katanya.

Baca juga: Libur Nataru, KAI Divre I Sumut Layani 120.430 Penumpang

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved