Viral Medsos

KEMATIAN Lisna Manurung Diduga karena KDRT Dilaporkan ke Polisi, Sang Ibu Ditemani Agustina Manurung

Keluarga mendiang Lisna Manurung didampingi kuasa hukumnya resmi membuat laporan ke Polres Humbahas pada Senin (8/1/2024) hari ini.

Editor: AbdiTumanggor
FB/Sundayani Agustina Manurung
Tangis pilu Sundayani Agustina Manurung atas kepergian sang kakak, Lisna Manurung (30), untuk selamanya. Sundayani Agustina Manurung dan Lisna Manurung merupakan dua kakak beradik yang dilahirkan seorang ibu R Br Nababan. Mereka tinggal di Naga Saribu I, Lintong Nihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Menilik dari akun Facebooknya, Lisna Manurung berusia 30 tahun, meninggalkan dua anak yang masih kecil-kecil. Satu anak berusia 3 tahun dan si bungsu masih berusia 1,5 tahun. Kini, viral di media sosial kronologi kematian sang kakak, Lisna Manurung alias Mak Kokoh itu. Lisna Manurung (30) meninggal dunia disebut tidak wajar di dalam rumahnya pada Jumat (26/12/2023) sekitar pukul 18:30 WIB. (FB/Sundayani Agustina Manurung) 

Janggalnya kematian Lisna Manurung ini pun, di sebelumnya, diunggah akun Facebook @Grasio Manurung, Minggu (7/1/2024).

Lisna Manurung meninggal dunia tidak wajar
Lisna Manurung meninggal dunia tidak wajar di dalam rumahnya pada Jumat (26/12/2023) sekitar pukul 18:30 WIB. (FB/Lisna Manurung)

Adapun postingan @Grasio Manurung ini menarasikan kematian Lisna Manurung penuh dengan kejanggalan.

"Boha hira-hira menurut dihita na mardongan tubu perihal parmate ni ito borutta na meninggal on??" tulisnya.

(Bagaimana kira-kira menurut pandangan kita yang bersaudara ini tentang kematian putri kita yang meninggal ini).

"Ingkon do dohot menurutta PUNGUAN SIANTURI MATANIARI ambil bagian untuk bertanggungjawab dalam hal kasus kematian ito, namboru kita yang mati dengan tidak wajar ini??" sambungnya.

(Apakah menurut kita KUMPULAN SIANTURI MATANIARI ambil bagian untuk bertanggung jawab dalam hal kasus kematian saudari kita yang meninggal tidak wajar ini?).

Lisna Manurung meninggal tidak wajar
Lisna Manurung meninggal dunia tidak wajar di dalam rumahnya pada Jumat (26/12/2023) sekitar pukul 18:30 WIB. (FB/GRASINO MANURUNG)

Lalu, di kolom komentar, Grasio Manurung menuliskan kronologis kematian Lisna Manurung alias Mak Kokoh tersebut.

Kronologis dugaan pembunuhan LISNA MANURUNG (mak kokoh)

Di tanggal 12 Agustus 2023 jam 11:33 wib.

Kakak saya mem-VC saya , dia mengadu sama saya bahwa suaminya memukul dia, pas dia vc saya, hidung kk saya sudah berdarah, karna dipukul suaminya, mereka sering cekcok karna soal ekonomi, dan pada saat kk saya menelpon saya, saya langsung nelpon mama saya biar langsung kerumah mereka, kebetulan rumah kami sama rumah mereka jaraknya sekitar 3 KM, sesampai mama saya di rumah Sianturi, langsung ditegur Sianturi, dan mereka disatukan lagi, kebetulan kakak menolak disatukan lagi, kakak ngomong sama kami, JANGAN SAMPAI MENYESAL KALIAN AKU DIPUKULI SAMPAI MATI DITANGAN SIANTURI, itu kata kakak sama kami, tapi gimanalah perasaan orangtua kalo melihat borunya pisah sama suaminya, dan mama juga bilang sama Sianturi, jangan kau pukuli boruku itu, kalo gak pulangkanlah boruku ke rumah kami bersama keluargamu, seperti kau menjemput boruku bersama orangtua, dan pulangkan juga bersama orangtua, kata mama pas itu, tapi Sianturi bilang gak inang, dan dia meminta maaf.

Singkat cerita mereka dipersatukan mama lagi, dan pas mama pulang dari rumahnya, kakak buat status WA jam 15.53 dengan kata2; sungguh malang nasibku ini tak 1 pun org mendengarkan keluh kesah kuh.

Dan saya mengkomen status kk itu, dan kkak bilang, dang 10 x beon terjadi jala dang hea au mangalu2 manang na tuise (gk cuman 10× kali ini terjadi sama aku, dan aku gak pernah mengadu sama siapa-siapa).

Dan itu semua ada bukti sama saya, mulai hidung berdarah, dan chat pun ada bukti sama saya, kebetulan pas kk VC saya, saya screen vidio. Saya megang buktinya.

Tanggal 24 Desember kami telponan sama kk, di dalam percakapan kami ini, kk minta saran sama saya. Dek, mau kusuruh dulu abg mu kerja di cabang kalian, gapapa kami jauh untuk sementara, yang penting kerja dia, mumpung di sini bos kalian, biar langsung aku minta sama bos kalian, kalo cuman berharap tanam2an, gak berkembang kami. ya cari suasana lah dulu, biar markoperasi abang mu. gitulah kata kk pas hari Minggu. ya udah gapapa kak, cobalah bilang sama abg, saya bilang gitu.

Dan tanggal 25 Desember 2023 jam 16:25

Kakak nge-WA saya, menanyakan pekerjaan, dan saya tanya, buat siapa ?

Kata kakak buat aku, jangan bercanda, iya seriusnya, udah pusing aku, udah tegang leherku, kukasih masukan gak masuk kata kaka, bilangkan suaminya, dan yang gak kau taunya apa kata abang mu sama aku, bulan 1 cerai katanya, dan suaminya kata kakak mau hampir lalu tangan karna persoalan disuruhnya suaminya kerja koperasi, suaminya tidak mau.

Mereka sudah berantam mulai tanggal 25 Desember akibat disuruh suaminya kerja koperasi. Mulai dari situ mereka sudah cekcok. Dan terakhir saya WA kakak, jam 20.19. Dengan isi chat saya sabar lah kak, berdoa sama Tuhan, semoga berubah hati abg, jangan cepat2 bilang pisah. Kakak saya gk balas wa saya lagi, dan disitulah kami terakhir komunikasian.

Tanggal 26 Desember 2023 jam 16: 43, kakak masih buat status wa : 180/120. Dan saya tidak menanggapi status kakak saya itu.

Jam 18:30 tetangga depan rumahnya menelpon saya pakai telpon suara, mereka sudah dalam keadaan panik, pas mereka ngomong tante,tante tante tante kokoh katanya, trus langsung saya suruh vc, pas di vc saya lihat kk saya sudah dalam keadaan terlentang di dapur, dan kata yang nelpon saya itu kakak jatuh di kamar mandi, dan saya langsung telpon mama, pas mama ke sana dalam jarak waktu setengah jam lebih. Pas mama sampai di rumahnya, kakak sudah diganti baju oleh pihak Sianturi,.

Mama nanya sama Sianturi, ini meninggal karna apa? Sianturi bilang jatuh di dapur.

Dan mama menyuruh dibuatkan pormalin,karna alasan menunggu saya adiknya dari Jakarta dan keluarga dari Kota Pinang. Akhirnya pihak Sianturi setuju dibuatkan pormalin.

Pada malamnya itu mama menangis sambil bertanya apa penyebab meninggalnya kamu boru kuh.

Tiba lah kira2 jam 10:00 wib, Kepala Desanya menyuruh harus secepatnya dikembumikan, karna kakak saya ini dibilang GANTUNG DIRI.

Jadi kami pihak korban, bertanya apakah ada saksi dan bukti bahwasannya kk saya ini gantung diri ?

Apakah kalian bisa menunjukkan saksinya?

Kepala Desanya menjawab ada saksinya.

Dan kami pihak korban bertanya siapa saksinya?

Sementara kepala desanya tidak bisa menghadirkan saksi itu.

Dan kami pihak korban timbullah kecurigaan meninggalnya kakak kuh ini, karena terlalu banyak alasan dibuat pihak Sianturi, makanya kami pihak korban melaporkan ke Polres Humbahas untuk menyelidiki penyebab meninggalnya kk kuh ini.

Dan Polres menyelidiki ke TKP dan olah TKP penyebab meninggalnya kakak ini,.

Pas polisi di TKP, menyuruh mayat kk ini harus diotopsi ke rumah sakit Bhayangkara Medan, sementara Kepala Desa menyuruh harus duluan ke rumah sakit Doloksanggul.

Jam 19:30 mayat kk ini dibawa ke RS DOLOKSANGGUL.

Sesampai di RS, kk saya langsung divisum luar, dan polisi menjelaskan hasil visum tadi.

Dan hasilnya memang ada garis di leher, tetapi ini tidak bisa dipastikan GANTUNG DIRI ATAU KEKERASAN. jalan satu2 nya ini harus di OTOPSI .

Kami pihak korban lemah dalam biaya, karena kebetulan saya sendiri adeknya bertanya sama keluarga berapa biaya otopsi, jawabnya mahal dek, sekitar 50 jt an dan hasilnya keluar 6 bulan. Di situlah kami lemah karna mahalnya otopsi.

Setelah selesai visum kepolisian bertanya sama saya, apakah ini dilanjutkan otopsi ?

Kalo lanjut ayo kami siap bantu kata polisi, dan saya menjawab gak usahlah otopsi, asalkan kk kuh ini jangan dibilang GANTUNG DIRI DAN DIKEBUMIKAN DIJATUHKAN SAKRAMEN GEREJA.

Besoknya harapan kami itu tidak dipenuhi pihak Sianturi. Sementara kami pihak korban sudah mencabut laporan penolakan otopsi dan penuntutan kasus ini .

Setelah pulang dari pemakaman, saya langsung menjumpai yang menelpon saya ini, dan bertanya kepada yang menelpon saya ini. Kenapa kk saya dibilang bunuh diri ?

Padahal kalian pas nelpon saya kalian bilang kk say jatuh di kamar mandi.

Trus yg nelpon menjawab, itunya dibilang jatuh di kamar mandi.

Dan tetangganya yang menelpon saya ini menceritakannya kepada saya.

Begini lah katanya. Suamikuh ketepatan duduk di depan rumah, mendengar suara keributan di rumah mama kokoh (korban), dan lansung pergi ke rumah itu, lalu suamikuh memanggil saya dari depan rumah tersebut, datang lah saya melihatnya, bapak kokoh suda memeluk si korban.

Terus saya bertanya kembali, apakah ada kursi dan kain panjang ditempat itu pas kejadian? Jawabnya TIDAK ADA.

Di situlah timbul kecurigaan kami pihak korban, bahwasannya kk saya ini tidak meninggal akibat gantung diri.

Makanya kami pihak keluarga korban kembali membuat laporan ke polres kasus dugaan Pembunuhan berencana Sama kakakuh ini. Makanya kasus ini kami ingin lanjutkan kembali.

Setelah selesai Olah TKP oleh pihak kepolisian Resort Humbahas telah diamankan dugaan pelaku Sianturi untuk diinterogasi, dan Sianturi menjawab polisi bukan saya yang membunuh, namun polisi menjawab saya belum bertanya siapa yang membunuh kata pak polisi.

Dugaan keluarga juga sama dengan pihak kepolisian bahwa korban meninggal karena dibunuh, maka polisi selalu menyatakan agar korban segera diotopsi ke Medan.

Namun karena ketidak berdayaan biaya maka mama sama saya sendiri tidak sanggup melanjutkan otopsi ke rumah sakit Medan dengan alasan biaya.

Dan karena mama dan saya dalam kondisi linglung maka ketika pihak polres memberikan dua surat untuk ditandatangani mama Tampa baca dan Tampa dilihat lagi surat itu langsung ditanda tangani Mama.

"Kronologi langsung dari adik kandung Sundayani Agustina Manurung dari mendiang ito Lisna Manurung," tulis Grasio Manurung.

Lisna Manurung meninggal tak wajar
Lisna Manurung meninggal dunia tidak wajar di dalam rumahnya pada Jumat (26/12/2023) sekitar pukul 18:30 WIB. (FB/LISNA MANURUNG)

Postingan Grasio Manurung ini pun ditanggapi akun @ Lambok Manurung.

"Ok. Amanguda. Alai dinahuikuti kasus on sian medsos. Nga Mulai Mardalan Proses Hukumna Di Polres HUMBAHAS. Jala Progresna Nungnga Naeng Sahat Tu Proses Penggalian Kubur. Jadi Saran Sian Iba. Ba Ta ikuti Majo Proses Naung Mardalan. Alana Nungnga DiKuasahon Borutta Kasus On Tu Advokat. Jai Didok Rohakku Segala Sesuatu Tindakan Upaya Hukum Nanaeng Berjalan DiKasus Ni Borutta on IkkonMa Selalu Atas Sepengetahuan/Ijin Advokat Naung DiKuasakan. Biar Rohakku , Sotung Alani Tindakan" Naso Sepengetahuan Ni Pengacara Naung DiKuasakan Gabe Tubu Masalah Ke depan. Alana Takkas do Taboto Keluarga Ni Ibototta Tidak Mengeluarkan Sepeserpun Materi Untuk Bantuan Hukum Dari Pengacara, Alani Situasi/Kondisi Ni Keluarga Ni Borutta Na Hurang Mampu Di Materi. Didok Rohakku Nian Support Majo Tabahen Laho Mangurupi Proses Naung Mardalan Nuaeng. Attar Hira Imajo Pandangan Sian Iba Amanguda,"komentar @ Lambok Manurung.

"Nunga Bapa, alai dang adong Dope pergerakan. Sai holan nalalap pertemuan dan pertemuan... Jala dibebani tu keluarga iboto'tta on masalah perihal biaya Lao mangotopsi mendiang iboto'tta na mate i.."balas @Grasio Manurung.

Lisna Manurung (kiri) meninggal dunia tidak wajar
Lisna Manurung meninggal dunia tidak wajar di dalam rumahnya pada Jumat (26/12/2023) sekitar pukul 18:30 WIB. (FB/LISNA MANURUNG)

Tribun-medan.com telah mengkonfirmasi kepada @Grasio Manurung dan juga kepada @Sundayani Agustina Manurung, namun belum ada balasan ketika berita ini ditayangkan.

Tribun-medan.com juga sedang meminta keterangan dari pihak Polres Humbang Hasundutan (Humbahas). 

(*/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter 

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved