Pilpres 2024

GANJAR Curiga Suaranya Terendah Tapi Suara PDIP Tertinggi Dibanding Parpol Lain: Ada Kejanggalan

Ganjar Pranowo merasa heran dengan hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei. 

HO
Ganjar Pranowo merasa heran dengan hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei.  

TRIBUN-MEDAN.com - Ganjar Pranowo merasa heran dengan hasil hitung cepat yang dilakukan sejumlah lembaga survei. 

Ia heran lantaran berada di posisi paling rendah dibanding Anies-Muhaimin dan Prabowo-Gibran. 

Ganjar Pranowo yang berdampingan dengan Mahfud MD cuma bisa mendapatkan kurang dari 20 persen suara berdasarkan hasil hitung cepat

Keanehan yang diraaskan Ganjar yakni suara PDIP malah tertinggi dari partai politik yang lain. 

Ganjar menyatakan, ada anomali perolehan suara berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) yang dikeluarkan sejumlah lembaga survei.

Padahal kata dia, diukur dari tingkat perolehan suara, PDI Perjuangan mengungguli partai politik lainnya.

“Ada kejanggalan perolehan suara, jika diukur dari suara PDI Perjuangan yang berada di puncak. Kan, quick count itu, penghitungan sebenarnya belum. Hasil quick count perolehan PDI Perjuangan saya kira masih tinggi, kalau nggak salah nomor satu,” kata Ganjar di Gedung High End, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (15/2/2024).

Baca juga: Daftar Lengkap Jadwal Pemesanan Tiket Kereta Api untuk Lebaran 2024, Hari Ini Sudah Bisa Dipesan

Baca juga: Kesal Tak Dipinjamkan Rp 50 Ribu, Linmas di Palembang Nekat Bacok Ketua KPPS saat Rekap Suara

Baca juga: VIRAL Foto Nyeleneh Komeng! Tanpa Kampanye Sang Komedian Mampu Kantongi Banyak Suara

"Ada anomali dengan suara saya dan sedang diselidiki oleh kawan-kawan. Semoga nanti ketemu apa faktornya. Sepertinya split ticket-nya agak terlalu lebar," ungkapnya.

Ganjar menyatakan, TPN Ganjar-Mahfud akan menunggu keputusan resmi KPU terkait hasil Pemilu 2024, baru menentukan langkah selanjutnya.

“Kita sudah sepakat akan menunggu keputusan KPU. Sesuai apa yang disampaikan KPU sambil teman-teman bekerja,” ujarnya.

Ganjar mengungkapkan, banyak temuan dan laporan di lapangan terkait proses Pemilu 2024, yang mencakup evaluasi dari sudut pandang struktural partai dan relawan.

Selain itu, lanjutnya, TPN juga akan mengkonfirmasi informasi dari daerah untuk memastikan tingkat keakuratan data, dan menentukan apakah ada pola atau kejanggalan tertentu pada hasil penghitungan suara.

“Banyak juga. Makanya kita bahas, kita catat, kita konfirmasi ke daerah untuk memastikan apakah pelanggaran ini terstruktur, sistematis, dan massif. Ini sifatnya laporan, tapi sekali lagi prinsip kita, kita akan menunggu keputusan KPU. Apa pun yang diputuskan KPU, kita akan ikuti. Kita menghormati proses kok,” tutur Ganjar.

Hasil Hitung Cepat Suara Partai Politik

Sejumlah lembaga survei telah merilis hasil quick count atau hitung cepat Pemilu 2024.

Dikutip Tribun-medan.com, Kamis (15/2/2024) pukul 09.20 WIB, quick count Charta Politika untuk suara partai politik sudah hampir rampung. Data masuk mencapai 92,10 persen.

Diketahui, parpol harus melewati ambang batas parlemen alias parliamentary threshold sebesar 4 persen untuk bisa duduk di Senayan atau DPR RI.

Berikut perolehan suara parpol berdasarkan quick count Charta Politika:

PKB: 10.58 persen

Gerindra: 13.52 persen

PDIP: 15.92 persen

Golkar: 13.64 persen

Nasdem: 8.73 persen

Partai Buruh: 0.66 persen

Partai Gelora: 0.97 persen

PKS: 9.95 persen

PKN: 0.37 persen

Hanura: 0.83 persen

Partai Garuda: 0.43 persen

PAN: 7.11 persen

PBB: 0.52 persen

Demokrat: 7.65 persen

PSI: 2.96 persen

Perindo: 1.51 persen

PPP: 4.02 persen

Partai Ummat: 0.54 persen

Berdasarkan hasil quick count Charta Politika, cuma sembilan parpol yang lolos ke Parlemen. Sedangkan sembilan parpol lainnya tidak lolos ambang batas parlemen yakni 4 persen.

Adapun parpol yang lolos sesuai data perolehan suara yakni PDIP, Golkar, Gerindra, PKB, PKS, NasDem, Demokrat, PAN, dan PPP.

PDIP di Barisan Oposisi

PDIP berbicara kemungkinan oposisi usai penghitungan cepat suara Pilpres 2024 yang dimenangkan oleh Prabowo-Gibran.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan bahwa PDIP tidak menutup kemungkinan akan berada di luar pemerintahan di periode Presiden RI kali ini.

Kemungkinan itu disampaikan Hasto Kristiyanto usai mengikuti rapat terkait dengan hitung cepat Pilpres 2024 bersama dengan partai koalisi pengusung Ganjar-Mahfud MD dan TPN Ganjar-Mahfud di Jakarta pada Kamis (15/2/2024).

Hasto mengatakan bahwa sistem pemerintahan Indonesia bukan parlementer sehingga tidak menganut oposisi.

Namun PDIP kata Hasto siap berada di luar pemerintahan seperti yang terjadi pada tahun 2004 hingga 2009 di mana saat itu PDIP tidak masuk dalam kabinet pemerintahan SBY.

“Jadi dalam konstitusi kita bukan sistem parlementer tidak ada oposisi. pengalaman PDIP 2004-2009 posisi pdip saat itu adalah berada di luar pemerintah,” jelas Hasto dikutip dari Kompas Tv.

Hasil hitung cepat, Prabowo unggul dan PDIP unggul di Legislatif. (Kompas.com)
Hasil hitung cepat, Prabowo unggul dan PDIP unggul di Legislatif. (Kompas.com) (Kompas.com)

Hasto mengatakan berada di luar pemerintahan diperlukan agar bisa mengkritik kebijakan yang tidak pro rakyat.

Misalnya saja seperti kebijakan impor beras yang bisa merugikan petani. Namun apabila ada kebijakan yang dianggap membangun maka PDIP akan menerima hal tersebut.

“Ini adalah sistem pemerintahan yang kita bangun artinya ketika ada kebijakan pro rakyat membangun bangsa didukung tapi kalau ada yang berbeda seperti impor beras yang merugikan petani di situ sampaikan sikapnya,” jelas Hasto.

Namun sampai saat ini PDIP belum membicarakan secara internal posisi politik partai. Sebab pihak PDIP masih menunggu hasil rekapitulasi KPU sehingga bisa mengambil langkah politik yang lebih jelas.

“Terhadap sikap politik belum tahap ke sana karena saat ini mencermati seluruh proses rekapitulasi KPU RI,” kata Hasto.

Diketahui suara Paslon 02 Prabowo-Gibran melebihi 50 persen berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2024.

Misalnya saja dari hasil quick count Litbang Kompas yang diambil pada Rabu (14/2/2024) pukul 19.21 WIB suara Prabowo-Gibran menyentuh angka 58,78 persen.

Angka itu didapat dari sampel suara yang masuk sebesar 83.90 persen.

Sementara suara Paslon 01 Anies-Cak Imin hanya 25,20 persen atau kurang dari setengah suara Prabowo-Gibran dan Paslon 03 Ganjar-Mahfud MD hanya 16,02 persen.

Perolehan suara Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka yang melebihi 50 persen disebut telah memenuhi satu syarat satu putaran Pilpres 2024.

(*/tribun-medan.com)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved