Berita Medan

INI Penjelasan PDAM Tirtanadi Soal Air Mati Berhari-hari di Kelurahan Karang Berombak

Menurutnya, penyebab tidak mengalirnya air di wilayah tersebut diakibatkan karena pompa air tidak berfungsi.

Editor: Ayu Prasandi
HO
WTP mini milik PDAM Tirtanadi di kawasan Kelurahan Karang Berombak Kecamatan Medan Barat. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Direktur Utama Perumda Tirtanadi, Kabir Bedi memberikan jawaban soal keluhan warga di Lingkungan XII, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, yang airnya tidak mengalir selama berhari-hari.

Menurutnya, penyebab tidak mengalirnya air di wilayah tersebut diakibatkan karena pompa air tidak berfungsi.

"Sumber Air WTP Mini yang di Jalan Karya, Karang berombak, banjir dan bersendimen, jadi pompa nya tertimbun sendimen dan sampah, sehingga tidak berfungsi," kata Bedi kepada Tribun Medan, Rabu (21/2/2024).

Ia menjelaskan, kendala tersebut sudah ditangani oleh petugasnya dan saat ini air sudah berjalan normal mengalir ke rumah warga.

"Sudah kita bersihkan kemarin malam jam 24.00 WIB, sudah beroperasi kembali," sebutnya.

Sebelumnya, Warga Lingkungan XII, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan kesal tak karuan terhadap PDAM Tirtanadi.

Pasalnya, air yang biasa mengalir ke rumah warga mendadak berhenti.

Salah seorang warga, Rizki, sejak Senin (19/2/2024) malam, mengatakan, warga Lingkungan XII kesulitan melakukan aktivitas gegara padamnya air PDAM Tirtanadi ini.

"Mau mandi pun susah. Enggak ada informasi kenapa bisa padam air," kata Rizki kepada Tribun-medan, Rabu (21/2/2024).

Rizki mengatakan, ia terpaksa pergi kerja dalam keadaan tidak mandi.

Air yang tersisa di rumahnya cuma cukup untuk cuci muka dan sikat gigi saja.

"Mau buang air besar berpikir dua kali lah. Karena sama sekali tidak ada air," sebutnya.

Ia meminta agar PDAM Tirtanadi bisa memberikan penjelasan, kenapa air sama sekali tidak mengalir.

Kalaupun ada perbaikan, mestinya PDAM Tirtanadi mengirimkan truk berisi air yang bisa dimanfaatkan masyarakat.

"Jangan nanti pas giliran warga telat bayar, sibuk mau mutus aliran air. Giliran air padam, semua pura-pura linglung," kesal Rizki.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved