Pemilu 2024

Suara PSI Meroket dalam Semalam, PPP Ungkap 2 Modus Loloskan Partai Anak Jokowi ke Senayan

Suara meroket dalam semalam, PPP ungkap dua modus loloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Senayan dengan beberapa cara yakni

Tangkapan video youtube kompastv
Suara Meroket dalam Semalam, PPP Ungkap 2 Modus Loloskan Partai Anak Jokowi ke Senayan 

TRIBUN-MEDAN.COM – Suara meroket dalam semalam, PPP ungkap dua modus loloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Senayan.

Adapun Ketua Majelis PPP Romahurmuziy atau Gus Romi, menyebut terdapat dua modus untuk meloloskan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) ke Senayan.

Seperti diketahui, PSI sedang menjadi sorotan karena perolehan suara hasil pemilunya berdasarkan hitung manual (real count) Komisi Pemilihan Umum (KPU) melonjak tajam dalam beberapa hari terakhir.

Gus Romi pun mengungkap dua modus meloloskan PSI ke parlemen.

“(Modus pertama) memindahkan suara partai yang jauh lebih kecil yang jauh dari lolos PT (parliamentary threshold) kepada coblos gambar partai tersebut dan/atau memindahkan suara tidak sah menjadi coblos gambar partai tersebut,” kata Gus Romi, Minggu (3/3/2024) dilansir Tribun-medan.com dari Kompas.com

Gus Romi mengungkapkan, sejak sebelum pemilu ia telah mendengar informasi mengenai operasi untuk memenangkan PSI oleh aparat.

Targetnya dibebankan ke penyelenggara pemilu di daerah agar partai yang dipimpin putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep itu meraup 50.000 suara di setiap kabupaten/kota di pulau Jawa.

“20.000 suara di tiap kabupaten/kota di luar Jawa,” ujarnya. Operasi itu berjalan dengan membiayai organisasi masyarakat (Ormas) kepemudaan tertentu yang pernah dipimpin salah seorang menteri.

Salah satu agenda mereka adalah memobilisasi masyarakat agar mencoblos logo PSI di surat suara.

“Setidaknya itu yang saya dengar dari salah satu aktivisnya yang diberikan pembiayaan langsung oleh aparat sebelum Pemilu,” jelas Gus Romi.

Dalam perjalanannya ternyata operasi itu tidak membuahkan hasil seperti yang diinginkan. Berdasarkan hasil hitung cepat (quick count) sejumlah lembaga survei suara PSI jauh di bawah ambang batas parlemen, yakni di angka 2 persen.

PEROLEHAN Suara PSI Tak Wajar dan Tak Masuk Akal, PPP Sentil: Operasi Sayang Anak Lagi?
PEROLEHAN Suara PSI Tak Wajar dan Tak Masuk Akal, PPP Sentil: Operasi Sayang Anak Lagi? (KOLASE/TRIBUN MEDAN)

Berdasarkan pengamatan terhadap Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) KPU beberapa hari terakhir, kata Gus Romi, sejumlah surveyor mengendus keganjilan.

Di antara keganjilan itu adalah suara PSI yang melesat tajam menyimpang dari garis kewajaran.

Dalam Sirekap, terdapat data input dari 110 hasil tempat pemungutan suara (TPS) yang menyumbang sekitar 19.000 suara bagi PSI.

Artinya, setiap TPS diperkirakan terdapat 173 pemilih PSI. Hal ini dinilai tidak masuk akal karena partisipasi pemilih jika diasumsikan seperti 2019, maka suara setiap TPS hanya 81,69 persen dari 300 suara, atau 245 suara per TPS.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved