Kesehatan
Gejala Flu Burung dan Cara Mencegah Penularannya pada Manusia
Beberapa negara mengonfirmasi adanya kasus flu burung seperti Amerika Serikat dan meksiko. Bahkan satu orang dilaporkan meninggal dunia
Simak gejala flu burung dan cara mencegah penularannya pada manusia
TRIBUN-MEDAN.COM,- Beberapa negara di dunia melaporkan adanya kasus flu burung yang mulai menjangkiti manusia.
Misalnya saja di Amerika Serikat dan Meksiko.
Di AS, ada tiga laporan terkait penularan flu burung pada manusia.
Sedangkan di meksiko, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja mengonfirmasi kematian pertama akibat flu burung H5N2 pada Rabu (5/6/2024).
Flu burung adalah penyakit yang disebabkan infeksi virus influenza tipe A yang ditularkan oleh unggas ke manusia.
Baca juga: Penyebab Botak Depan dan Puncak Kepala pada Pria, Ini Cara Mengatasinya
Menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan, mereka yang terpapar flu burung mengalami gangguan saluran pernapasan.
"Orang ini mengalami gejala (gangguan) pernapasan, termasuk batuk, hidung tersumbat, sakit tenggorokan, dan mata berair," kata Dr. Nirav Shah, wakil CDC, duilansir dari Grid.Id.
"Yang lebih penting dari gejala pernapasan ini adalah bahwa virus ini, seperti banyak virus lainnya, dapat muncul dalam lebih dari satu cara, dan oleh akrena itu kita harus tetap waspada, bukan khawatir," sambungnya.
Para ahli lebih lanjut mengatakan, adanya gejala gangguan pernapasan ini, tidak serta merta menunjukkan kalau virusnya menjadi lebih berbahaya atau mudah menular.
Sebaliknya, gejala tersebut mungkin muncul karena pasien menghirup aerosol yang menular di tempat pemerahan susu, ali-alih menggosok matanya dengan tangan kotor.
Diketahui, pada kasus flu burung pada manusia pertama di Michigan, gejala yang dikeluhkan adalah gangguan mata karena terkena percikan langsung susu yang terkontaminasi.
Baca juga: 7 Sayuran yang Baik Bagi Ibu Hamil, Ada yang Bisa Cegah Keguguran dan Kecacatan
Sementara pada kasus terbaru, muncul gejala pernapasan setelah kontak langsung dengan sapi yang terinfeksi.
Nirav Shah mengatakan, orang-orang yang terinfeksi saat bekerja tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap, sehingga sangat memungkinkan untuk terpapar virus.
"Kami belum melihat tanda-tanda penularan berkelanjutan dari manusia ke manusia, dan risiko kesehatan terhadap masyarakat umum saat ini masih rendah," ujarnya.
| Daftar Skincare Remaja yang Lulus BPOM Serta Aman di Kulit |
|
|---|
| Hantavirus Belum Ada Obatnya, Medis Pakai Ribavirin untuk Pertolongan Pertama |
|
|---|
| Mengenal Gejala Wabah Hantavirus yang Tewaskan 3 Penumpang MV Hondius Belanda |
|
|---|
| 5 Pelembab Alami untuk Wajah Cerah dan Kencang, Bikin Anda Awet Muda |
|
|---|
| Waspada! Kebiasaan Kurang Tidur Bisa Memicu Penyakit Berbahaya Ini |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-flu-burung-A.jpg)