Sumut Terkini

SOSOK Yonggi Fayden Cordias Purba, Pianis Muda Asal Simalungun yang Juara di Amerika Serikat

Yonggi pun sempat menunjukkan sedikit kemampuannya untuk konser solo di rumah Gunda pada pukul 15.00 waktu setempat.

Penulis: Alija Magribi | Editor: Ayu Prasandi
HO
Yonggi Fayden Cordias Purba, Pianis muda potensial berusia 15 tahun yang harumkan nama Simalungun 

TRIBUN-MEDAN.com, SIANTAR - Yonggi Fayden Cordias Purba, menjadi salah satu nama dari Simalungun yang belakangan menorehkan prestasi harum di bidang musik.

Baru-baru ini, remaja berusia 15 tahun ini memenangi IPPA Conero Piano Competition sejak 6-7 Juli 2024 di Kansas, New Jersey, Amerika Serikat.

Pascakemenangan ini, ia pun diundang seseorang yang sangat penting di bidang musik piano di Kansas City, yakni Gunda Heibert.

Yonggi pun sempat menunjukkan sedikit kemampuannya untuk konser solo di rumah Gunda pada pukul 15.00 waktu setempat.

Yonggi diminta untuk perform. Setelah memperkenalkan diri dalam bahasa Inggris berlogat Indonesia, Yonggi memainkan lagu seperti Karya Bach berjudul Invention No. 14; Karya Debussy berjudul Le Petit Neigre. 

Yonggi juga memainkan lagu Karya Ananda Sukarlan/Ananda Sukarlan/Ananda Sukarlan seperti Rapsodia Nusantara No. 6, Karya Isaac Albeziz berjudul El Puerto; dan terakhir Karya Ananda Sukarlan berjuduo Rapsodia Nusantara No. 31 (Sigulempong).

Yang menarik dari pertemuan ini, Yonggi diminta Gunda menandatangani satu buku khusus berisi nama pianis-pianis terkenal dunia yang sudah pernah perform di rumahnya.

Paman Yonggi, Rikanson Jutamardi Purba mengatakan bahwa ponakannya itu adalah putra asli yang berasal dari orangtua asal Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun. Hanya saja, Yonggi sudah lahir di Jakarta pada 18 September 2009.

"Semoga hal seperti ini memotivasi yang lain juga untuk berhasil di bidang masing-masing," kata Rikanson Jutamardi Purba, Rabu (17/7/2024). 

Jutamardi menutur, dalam keluarga ayahnya, Djutam Purba, tak ada yang konglomerat, pejabat tinggi, atau tokoh papan atas; melainkan hanya orang-orang biasa yang hidup dalam ekonomi sederhana, termasuk ayah Yonggi sendiri.

Bahkan cerita Jutamardi, Yonggi bersama bapak dan ibunya hendak berangkat ke AS, sebelumnya kesulitan menyediakan dana transportasi dan akomodasi. 

"Apalagi Yonggi juga harus membayar uang sekolah di SMAK Penabur, beruntung ada pula orang-orang yang bersedia membantu semisal Yayasan Musik Purwacaraka, KAN, Yan Santoso Purba, Juri Adil Ginting Jawak, dan lainnya," katanya. 

Yonggi mulai belajar bermain piano sejak usia lima tahun. Tapi mulai serius sejak usia 8 tahun saat duduk di kelas 6 SD.

Ia pernah mengikuti master class bersama Ananda Sukarlan (Indonesia) dan bersama Dainius Vaicekonis (Associate Professor of Music Seattle Pacific University dan School of Music University of Washington, dari Lithuania). 

Yonggi juga pernah terpilih sebagai pianis di Purwa Caraka Youth Orchestra dan terpilih sebagai salah satu finalis pada festival Hongkong International Youth Performance Art ke-11 20-27 Februari 2024.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved