Pilkada Sumut

NasDem Sumut Ancam Tarik Dukungan Calon Kepala Daerah yang Beri Mahar Politik

Sumut mengancam akan memecat kader dan menarik dukungan kepada calon kepala daerah yang meminta

|
Penulis: Anugrah Nasution | Editor: Dedy Kurniawan
TRIBUN MEDAN/HO
Ketua DPW NasDem Sumut Iskandar 

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - NasDem Sumut mengancam akan memecat kader dan menarik dukungan kepada calon kepala daerah yang meminta dan memberi imbalan jual beli kursi DPRD sebagai syarat dukungan calon kepala daerah untuk Pilkada serentak 2024.

Baca juga: LEBIH 20 Santriwati di Karawang Dicabuli Pemilik Pesantren, Pelaku Masih Berusia Belasan Tahun Kabur

Baca juga: Kumpulan Twibbon Hari Kucing Sedunia 8 Agustus 2024 yang Unik dan Lucu

Ketua DPW Partai NasDem Sumut, Iskandar menegaskan partainya tak menerima mahar politik atau uang jual beli kursi untuk mengusung calon tertentu di Pilkada 2024.

"Jika terbukti, kita akan mengusulkan kepada Ketua Umum Partai NasDem, Surya Paloh agar kader tersebut diberhentikan secara tidak hormat atau dipecat," kata Iskandar, Kamis (8/8/2024). 

Baca juga: Kontingen Indonesia Terancam Tanpa Medali Emas di Olimpiade Paris, 4 Atlet Tersisa Berjuang

"Tapi, calon kepala yang memberi mahar juga akan diusulkan untuk dievaluasi kembali," sambungnya. 

Iskandar mengatakan, langkah tegas ini sesuai dengan arahan Ketua Umum Partai NasDem yang konsisten untuk tidak menerima mahar politik. 

Baca juga: SOSOK Nuryanto Bapak Kos Makan 10 Kucing, Ngaku Untuk Obat Diabetes, Pamer Tulang Kucing ke Anak Kos

Hal tersebut telah dilakukan sejak adanya pelaksanaan Pilkada langsung di Indonesia.

 

"Bukan saja tanpa mahar, NasDem bahkan mempersiapkan materai formulir pendaftaran," kata Iskandar.

Oleh karena itu, Iskandar mengingatkan agar calon kepala daerah tidak perlu membayar atau memberi mahar. 

Baca juga: Ariston Sidauruk Diproyeksikan sebagai Wakil Bupati di Samosir, Komunitas Marganya Beri Dukungan

Sebab, NasDem menentukan calon kepala daerah dan wakil kepala daerah secara transparan dan profesional. 

 

Dukungan kepada calon tertentu berdasarkan kemampuan untuk membangun daerahnya demi kepentingan masyarakat.

Iskandar mengatakan, NasDem juga akan menarik dukungan dan evaluasi kepada calon kepala daerah yang memberikan uang untuk mencoba mendapatkan dukungan. 

"Saya tegaskan kembali, jika terbukti, bukan saja kader yang akan diusulkan dipecat. Tapi, calon kepala yang memberi mahar juga akan diusulkan untuk dievaluasi kembali," ucap Iskandar.

Tak hanya itu, Iskandar juga menegaskan NasDem tak sungkan untuk mengusung kolom kosong pada Pilkada sejumlah daerah di Sumut. 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved