Sumut Terkini

Rekonstruksi Pembunuhan di Kecamatan Juhar, Pelaku Jalani 16 Adegan

 Rekonstruksi ini, digelar di halaman Mapolres Tanah Karo di Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (8/8/2024).

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/NASRUL
Pelaku kasus pembunuhan di Desa Suka Babo, Kecamatan Juhar, menjalani reka ulang adegan di Mapolres Tanah Karo, di Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (8/8/2024). Pada reka ulang tersebut, pelaku menjalani 16 adegan. 

TRIBUN-MEDAN.com, KARO - Polres Tanah Karo menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Suka Babo, Kecamatan Juhar, yang terjadi pada Rabu (24/7/2024) lalu.

 Rekonstruksi ini, digelar di halaman Mapolres Tanah Karo di Jalan Veteran, Kabanjahe, Kamis (8/8/2024).

Dari rekonstruksi ini, pihak kepolisian turut menghadirkan IG alias Lajor yang merupakan pelaku pembunuhan Ramli Ginting.

Dalam proses rekonstruksi ini, pelaku menjalani reka ulang sebanyak 16 adegan.

Pada rekonstruksi ini, dibawakan oleh Kanit Reskrim Polsek Juhar Aiptu Rudi Sitinjak dan disaksikan oleh Kapolsek Juhar AKP Anggiat Nainggolan.

Tak hanya itu, reka ulang tadi juga turut disaksikan oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri Karo.

Dijelaskan Anggiat, proses rekonstruksi ini dilakukan untuk kepentingan kelengkapan pemberkasan pada pemeriksaan perkara pembunuhan tersebut.

Dirinya menjelaskan, melalui rekonstruksi ini tentunya pihak penyidik dan pihak terkait bisa melihat jelas bagaimana saat pelaku menghabisi nyawa korban.

"Kegiatan rekonstruksi ini sangat penting untuk menggambarkan kembali kejadian perkara secara detail, sesuai dengan Laporan polisi pada perkara ini.

Ini juga dilakukan untuk memastikan semua pihak mendapatkan gambaran yang jelas tentang kejadian tersebut, yang kemudian akan menjadi bahan dalam proses hukum lebih lanjut," ujar Anggiat.

Diungkapkan Anggiat, pihaknya memiliki melaksanakan rekonstruksi kasus ini di Polres Tanah Karo dikarenakan ada beberapa hal.

Salah satunya, agar selama proses rekonstruksi berjalan dengan lancar tanpa adanya gangguan dari pihak-pihak tertentu.

"Karena kita takutkan ada kondisi di lapangan yang kurang kondusif," ucapnya.

Dalam kasus ini, dirinya menjelaskan jika pihaknya melihat jika pelaku yang tega melakukan pembunuhan terhadap korban sudah masuk ke dalam pembunuhan berencana.

Dimana, dari serangkaian adegan yang diperagakan oleh pelaku didapati jika pelaku telah mempersiapkan senjata tajam yang digunakannya saat menghabisi nyawa korban.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved