Danau Toba
INILAH Kerajaan Batak Tereksis yang Pernah ada di Kawasan Danau Toba
Forum Martabe Sigurs (FORMASI) ini merupakan singkatan dari Sitorang Huta Gurgur Sekitarnya yang terdiri dari 11 desa.
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Satia
TRIBUN-MEDAN.COM - BALIGE - Toba Natorang Fiesta menjadi satu di antara event yang bakal digelar setiap tahunnya di Toba.
Event bertajuk budaya ini baru saja digelar dengan munculnya Forum Martabe Sigurs (FORMASI).
Acara ini dihelat di Kecamatan Silaen pada Jumat (23/8/2024) pagi hingga malam. Forum Martabe Sigurs (FORMASI) ini merupakan singkatan dari Sitorang Huta Gurgur Sekitarnya yang terdiri dari 11 desa.
Martabe adalah singkatan marsipature hutana be (memperbaiki kampung masing-masing).
Acara yang digelar di Desa Huta Gurgur 1, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba ini meliputi kegiatan penanaman pohon, penaburan bibit ikan, senam lansia, turiturian, martumba, pagelaran lagu opera, fashion show cilik, pameran foto dan hiburan.
Harapan Sibarani sebagai pendiri FORMASI mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagaimana melihat banyaknya potensi wisata budaya di lokasi tersebut.
"Sigurs ini adalah Sitorang, Huta Gurgur dan sekitarnya. Jadi yang 11 desa itu ada namanya Desa Sitorang, Huta Namora, Natolu Tali , Huta Gurgur 1, Huta Gurgur 2, Hutagaol Sihujur, Panindii, Sibide, Sibide Barat, Maranti Barat dan Dalihan Na Tolu," kata Harapan Sibarani.
Harapan Sibarani juga memaparkan sejumlah situs peninggalan masa lampau si daerah ini. Yang pertama itu ada situs peninggalan para raja-raja khususnya peninggalan Oppung Raja Sijorat ada.
Untuk di kawasan Danau Toba kerajaan yang masih eksis itu hanya kerajaan Raja Sijorat yaitu Paraliman Panjaitan yang ada di daerah Sitorang ini tepatnya di Natolu Tali.
"Selanjutnya juga Bius-nya masih berlaku saat ini, ada Bius Sitorang, Narumonda, Sigumpar, dan Parsambilan. Dan itu masih berlaku hingga saat ini. Demikian juga tatanan kehidupan berbudaya disini juga masih kental hingga saat ini," katanya.
Peninggalan sejarah juga ditemukan di lokasi ini. Hal itu ditandai dengan adanya sarkofagus, kubur batu.
Rumah adat Batak Toba yang masih eksis yang berada di perkampungan dan menggambarkan situasi di masa lalu.
"Kebiasaan marpesta juga masih dilaksanakan sesuai dengan aturan-aturan yang disepakati. Sarkofagus juga sangat banyak di sini tandanya adanya peradaban zaman purba masih lestari hingga saat ini, bisa kita lihat itu di beberapa desa," lanjutnya.
"Termasuk juga rumah-rumah adat juga sangat banyak disini. Ada Lumban Galagala di Sitorang, kemudian juga ada di Hutagaol Sihujur. Ada keunikan di sana, biasanya rumah adat itu saling berhadapan dan di tengah-tengahnya itu adalah lokasi untuk atraksi seni budaya dan itulah yang kami lambangkan hari ini," sambungnya.
Menyoal Ikan Red Devils di Danau Toba, Perum Antara: Akan Kami Sampaikan ke Kementerian Terkait |
![]() |
---|
VIRAL Temuan Piramid Toba, Menko Luhut Panjaitan Langsung Cek Lokasi? |
![]() |
---|
Dukung Destinasi Super Prioritas Danau Toba, Polres Tanah Karo Tempatkan Kapal Patroli di Tongging |
![]() |
---|
Tata Kelola Bobrok, Danau Toba Terancam Keluar dari UNESCO, Dinas Hingga BPODT tak Jalankan Tugas |
![]() |
---|
Dua Pusaran Angin Kencang Terjadi di Permukaan Danau Toba Bikin Heboh Warga, Begini Penjelasan BMKG |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.