Berita Viral

TERKUAK 3 Mahasiswa Kedokteran Undip Sudah Didepak Terbukti Pelaku Bully, Belasan Kena Sanksi Skors

3 Mahasiswa Undip dipecat dari kampus setelah terbukti melakukan perundungan terhadap juniornya. 

HO
Kasus kematian Aulia Risma Lestari mahasiswi kedokteran Universitas Diponegoro (Undip) belum terkuak.  

"Seharusnya dari 84 mahasiswa (PPDS) dengan 20 dokter di rumah sakit (RSUP Kariadi) kalau tidak bisa membagi, ini perlu pendalaman. Semestinya kalau beban kerja besar dengan SDM-nya juga besar, maka potensi (kerja overtime) seperti ini tidak muncul," jelasnya.

Beban kerja berat yang dialami mahasiswa PPDS Anestesi sempat dikeluhkan dr Aulia Risma melalui ibunya, Nuzmatun Malinah (57). Nuzmatun lalu menyampaikan keluhan anaknya ke kepala prodi (kaprodi) Anestesi Undip. Namun, menurut pihak keluarga, aduan itu tidak  direspon.

Yan menyebut tidak mengetahui persis aduan tersebut. Dia baru menjadi Dekan FK Undip pada 15 Januari 2024.

Keluhan almarhumah soal jam kerja, lanjut dia, sepenuhnya mengikuti sistem pelayanan rumah sakit karena sebagai mahasiswi PPDS sedang praktik di rumah sakit.

"Saya tidak tahu persis hal tersebut," ungkapnya.

Soal budaya perundungan, dokter Onkologi ini mengklaim sebenarnya sudah berusaha untuk menghentikan melalui surat edaran yang dikeluarkannya pada 25 Maret 2024.

Ada tiga poin yang diatur dalam surat meliputi mitigasi potensi perundungan, kewaspadaan para pejabat kampus terhadap perundungan, dan kewajiban perizinam ketika memobilisasi mahasiswa PPDS.

"Jadi sebetulnya saya itu ingin mengendalikan potensi-potensi perundungan," dalihnya.

Kendati begitu, pihaknya meminta maaf kepada masyarakat terkait dalam menjalankan proses pendidikan, khususnya kedokteran spesialis. Yan berjanji bakal melakukan perbaikan dalam proses pendidikan, khususnya dokter spesialis.

"Kami mohon dukungan dari pemerintah dan masyarakat untuk kami dapat melanjutkan proses pendidikan kedokteran spesialis di fakultas kedokteran Universitas Diponegoro, khususnya saat ini adalah program studi anestesi dan perawatan intensif," terangnya.

Dampak dari penghentian praktik PPDS prodi anestesi Undip di RSUP Kariadi membuat sistem distribusi mahasiswa menjadi kacau. 

Oleh karena itu, Yan berharap penghentian sementara prodi anestesi di RSUP Kariadi dapat dibuka kembali.
Sebab, RSUP Kariadi menjadi rumah  sakit penampung PPDS terbesar disusul Rumah Sakit Nasional Diponegoro (RSND), dan RSUD Jepara.

Selain distribusi mahasiswa, proses belajar mengajar para mahasiswa juga terganggu. Sepatutnya mahasiswa PPDS mayoritas praktik di rumah sakit baik di poli, klinik dan kamar operasi yang bisa mencapai 90 persen. Sisanya, hanya teori.

"Kami sebulan ini melakukan pengayaan teoritik di kampus sambil berharap proses pendidikan akan normal kembali. Sebenarnya itu bukan porsi pendidikan mereka," ungkapnya.

Kuasa Hukum Kairul Anwar mempertanyakan layanan operasi selama 24 jam di RSUP Kariadi yang berdampak bagi mahasiswa PPDS.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved