Pilkada 2024

Debat Pilgubsu, Jubir Edy-Hasan: Bobby Tak Tahu Status Jalan Provinsi Perbatasan Sumut

Konstestasi pemilihan gubernur Sumatera Utara memunculkan dinamika saling sindir pembangunan jalan lintas provinsi.

Tayang:
Penulis: Dedy Kurniawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Dialog Publik, dengan tema 'Pilgub Sumut Memanas, Soal Jalan Rusak, Siapa yang Benar?' di Kedai Sumatra, Medan 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Konstestasi pemilihan gubernur Sumatera Utara memunculkan dinamika saling sindir pembangunan jalan lintas provinsi.

Bobby memulai sindiran soal jalan rusak di masa kepemimpinan Edy Rahmayadi sebagai Gubernur Sumut saat tahapan undian nomor urut yang diselenggarakan KPU di Grand Mercure. 

Setelah sindiran itu, Jubir Edy-Hasan, Sutrisno Pangaribuan mengatakan perkataan Bobby tak berdasar data dan fakta.

Sutrisno mengklaim paham betul kondisi jalan di Provinsi Sumut, mana jalan nasional, provinsi dan jalan Kabupaten/Kota. 

Alasannya, Sutrisno pernah menjabat Ketua dan Sekretaris Komisi D DPRD periode 2014-2019 lalu. Komisi D DPRD sebagai mitra kerja dari Dinas PUPR Sumut. 

"Saya paham siapa yang buat lubang-lubangnya Tidak terlalu penting bahas soal jalan ini. Tapi, karena calon Gubernur bang Rahim (Bobby Nasution). Saya malah melihat justru membuat membuka profil siapa calon pemimpin disuguhi itu sebenarnya," kata Sutrisno, Sabtu (28/9/2024) 

Dimana sebelumnya, Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumut menggelar Dialog Publik, dengan tema Pilgub Sumut Memanas, Soal Jalan Rusak, Siapa yang Benar. Kegiatan ini, berlangsung di Kedai Sumatra, di Jalan Setia Budi, Pasar 1, Kota Medan, Jumat petang (27/9/2024) 

Dialog publik ini, menghadiri Abdul Rahim Siregar selaku Sekretaris Pemenangan Cagub dan Cawagub nomor urut 1, Bobby Nasution-Sury

"Suasana kita dipimpin berbaju putih, beliau lebih tertarik mengurusi jalan yang bukan kapasitasnya. Misalnya, dari Sumatera Barat kepala kejedut dari Aceh seperti itu juga. Itu bisa dipastikan jalan nasional. Bobby Nasution tidak paham, status jalan di Sumut. Mana jalan Kabupaten/Kota, Jalan Provinsi dan Jalan Nasional jalan menyambung dua provinsi," katanya. 

Sutrisno mengungkapkan bahwa dirinya juga sempat berdebat dengan Hinca Panjaitan selaku Ketua Pemenangan Cagub dan Cawagub nomor urut 1, Bobby Nasution-Surya. Antara Bobby Nasution dan Edy Rahmayadi hanya berbalas pantun soal jalan rusak.

"Faktanya, menantu Presiden RI, Joko Widodo tidak paham status jalan perbatasan. Saya baru cek di Pemkab Labuhanbatu Utara itu, yang diperbaiki jalan kabupaten, bukan jalan nasional. Yang 10 tahun ini demi apa, 5 tahun demikian," sebut Sutrisno. 

"Dari dua calon ini, Bang Rahim bilang terkonfirmasi tidak direncanakan. Tidak direncanakan ngomong Rp 2,7 triliun, tidak seperti direncanakan tanggal 27 November 2024, bahwa nomor 2 lah pemenangannya," kata Sutrisno. 

Abdul Rahim Siregar selaku Sekretaris Pemenangan Cagub dan Cawagub nomor urut 1, Bobby Nasution-Surya, mengatakan apa disampaikan Bobby Nasution saat memberikan sambutan saat pengundian dan penetapan nomor urut.

"Pak Bobby Nasution tidak direncanakan (ngomong jalan rusak di Sumut)," kata Rahim yang merupakan anggota DPRD Sumut dari Fraksi PKS.

Rahim mengatakan jalan berstatus jalan Provinsi sangat panjang, sehingga diperlukan biaya besar dalam pembangunan, peningkatan dan perawatan. Dia tidak memungkiri bahwa jalan nasional di Sumut, juga banyak yang rusak.

Rahim mencontohkan Jalan Nasional Batu Jomba, Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel). Hingga kini masih rusak dan masih dalam perbaikan pihak terkait. 

"Agar jalan ini cepat dialihkan dan diperbaiki. Sehingga kondisi jalan dan tanah diperbaiki. Kita pernah usulkan sudah tepat itu diselesaikan," kata. Rahim. 

Rahim mengatakan perlu turun mertua Bobby Nasution untuk mengecek kondisi jalan Batu Jombang. Seperti Jokowi lakukan di Lampung dan Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) di Sumut, waktu lalu. 

"Presiden harus dibawa kesana, kita masih ingat presiden datang ke lampung, digelontorkan anggaran, Presiden datang ke Labura begitu juga. Maunya orang terdekat Pak Jokowi, belum ada membawa dia ke Batu Jombang. Saya yakin tergolontorkan. Ini kondisi negara kita, harus dikunjungi orang-orang penting baru bisa terselesaikan," jelas Rahim.

Rahim mengingat agar DPR RI asal Dapil Sumut melihat kondisi jalan nasional di Sumut, yang rusak termasuk di Batu Jombang. Kondisi jalan ini, sempat viral di media sosial, saat melintas kendaraan bermotor tidak melintas dan ada juga truk terbalik.

(dyk/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved