Pilkada 2024

Kampanye Akbar Paslon Walikota Medan Hiro Ditunda, Hidayatullah Ungkap Alasannya

Kampanye akbar bakal calon walikota Medan nomor urut 3, Hidayatullah dan Yasir Ridho (Hiro) batal digelar.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/HO
Pasangan calon walikota Medan Hidayatullah dan Yasir Ridho saat mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan. 

TRIBUN-MEDAN. com, MEDAN - Kampanye akbar bakal calon walikota Medan nomor urut 3, Hidayatullah dan Yasir Ridho (Hiro) batal digelar.

Menurut jadwal Komisi Pemilihan Umum (KPU) Medan, kampanye akbar Paslon Hiro mestinya berlangsung pada Minggu (6/10/2024) di Lapangan Sejati, Kecamatan Johor, Kota Medan. 

Ketua KPU Medan Mutia Atiqah mengungkapkan, pengunduran jadwal kampanye sesuai permohonan tim pasangan Hidayatullah dan Yasir Ridho. 

"Harusnya besok, namun tadi ada pemohon dari tim pasangan calon walikota untuk menunda kampanye akbar," kata Mutia kepada tribun, Sabtu (5/10/2024). 

Mutia mengatakan, KPU masih menunggu usulan penjadwalan ulang kampanye akbar dari pasangan Hiro. 

Kata dia, kampanye akbar atau rapat umum masing-masing dilakukan sebanyak 1 kali oleh pasangan calon walikota. 

"Kita masih menunggu penjadwalan ulang dari tim pasangan calon agar nanti bisa dijadwalkan ulang," lanjutnya. 

Pasangan Hidayatullah dan Yasir Ridho diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang memiliki 8 kursi di DPRD Medan. 

Hidayatullah yang dikonfirmasi membenarkan pengunduran jadwal kampanye. 

"Rencana nya di awal November. Jadi benar kita undur jadi bulan depan," kata Hidayatullah

Mantan anggota DPR RI itu berpendapat, kampanye akbar masih terlalu cepat dilaksanakan. 

Selain itu, model kampanye akbar yang mengundang banyak orang untuk berkumpul tak efektif untuk menambah suara. 

"Karena bagi kita kampanye akbar model besar begitu juga tidak prioritas. Tapi saya dengar tim mempersiapkan di bulan November. Karena kita anggap model kampanye bertemu dengan masyarakat lebih rasional," kata Hidayatullah

Hidayatullah mengungkapkan sejak awal pihaknya tak memandang kampanye akbar sebagai langkah yang strategis. 

Sebab itu mereka tak langsung mempersiapkan kampanye akbar seperti yang dijadwalkan oleh KPU.

Menurutnya kampanye akbar memerlukan mobilisasi massa dan modal kampanye. Namun model kampanye seperti itu tidak memberikan dampak yang signifikan bagi keterpilihan. 

"Soal mengapa diundur detailnya mungkin tim yang lebih tau, tapi sejak awal memang kita menerima jadwal itu dari KPU. Tapi bagi kita saat ini masih belum efektif makannya kita minta penjadwalan ulang," kata Hidayatullah

"Yang dibandingkan dengan kampanye akbar harus mengumpulkan banyak orang dan itu adalah kader dan simpatisan kita sendiri harus mengeluarkan tenaga dan modal yang besar tapi tidak meninggalkan elektoral," ujarnya. 

Mendekati pelaksanaan pemilihan walikota Medan 27 November 2024, Hidayatullah dan tim lebih memilih melakukan pertemuan langsung dengan masyarakat. 

Lewat pengajian, kunjungan ke pasar dan komunitas masyarakat lain, Hidayatullah yakin hal itu lebih baik untuk mencari dukungan. 

"Jadi kita mau apa yang kita kerjakan itu berbanding lurus elektoral. Kalau kampanye besar itu, sekedar diundang saja kemudian orang datang berbondong-bondong. Kita rasa tidak terlalu efektif sekarang" sambung Hidayatullah

Pemilihan walikota Medan diikuti oleh tiga pasangan calon. Pasangan nomor urut 1, Rico Waas dan Zakiyuddin Harapan diusung oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus seperti Gerindra, PSI, Demokrat, PKB, Demokrat, Perindo, NasDem, Golkar dan PAN. 

Sementara pasangan nomor urut 2, Prof Ridha Dhramajaya dan Abdul Rani diusung, PDIP, Hanura, Ummat, PKN, Gelora dan Buruh. 

Sementara pasangan calon nomor urut 3, Hidayatullah dan Yasir Ridho diusung PKS. 

(cr17/tribun-medan.com) 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved