Breaking News

Bayi Dianiaya di Day Care Medan

NASIB Pengasuh yang Aniaya Balita di Day Care Medan Hingga Memar dan Trauma, Sudah Dipecat

Sedangkan hasil pengumpulan informasi pengelola, sejauh ini hanya ada 1 anak yang diduga dianiaya oleh pengasuh tersebut.

|
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/HO
Jepretan layar dugaan penganiayaan terhadap balita di tempat penitipan anak atau Day Care, di Murni Day Care, Komplek Al- Abadi, Tanjung Rejo, Medan Sunggal. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Pengasuh yang menganiaya anak balita di day care di Medan dipecat.

Pengelola Murni Day Care, Juni Azhari, mengatakan sudah memecat pengasuh yang diduga menganiaya balita anak dari Cici Anastasya.

Ia menyebut, pemecatan dilakukan setelah terkuak diduga menganiaya balita.

"Pengasuh sudah berhentikan. Peristiwa itu betul,"kata Juni, Rabu (9/10/2024).

Juni tidak membantah adanya penganiayaan.

Dia menyatakan itu diluar kendali maupun keinginannya.

Ia pun mengaku sudah berkomunikasi dengan ibu korban dan meminta maaf. 

Sedangkan hasil pengumpulan informasi pengelola, sejauh ini hanya ada 1 anak yang diduga dianiaya oleh pengasuh tersebut.

"Kita sudah minta maaf dan kita pun diluar apa yang kita inginkan. Setahu kami gak ada anak lain."

Sebelumnya seorang balita berusia 1 tahun 4 bulan diduga menjadi korban penganiayaan di sebuah penitipan anak atau Day Care di Murni Day Care, Komplek Al- Abadi, Tanjung Rejo, Medan Sunggal.

Ibu korban, Cici Anastasya, 28 tahun mengatakan, anaknya diduga dicubit, disodok sendok makan berbahan besi, hingga dijambak.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka memar di bagian dadanya.

"Kalau tindakan itu ada mencubit, menyodokkan sendok besi dan nasi yang sudah jatuh disuapin kembali. Kalau di jambak itu ada karena sendoknya agak terjungkal jadi ditarik rambutnya,"kata Cici Anastasya, saat diwawancarai, Rabu (9/10/2024).

Cici mengatakan, dugaan penganiayaan ini terbongkar pada 19 September lalu, saat adiknya mengirim rekaman CCTV saat anaknya yang dititip ke Day Care mendapatkan perlakuan kasar oleh pengasuhnya bernama Untari Panggabean.

Awalnya dia menganggap kalau pengasuhnya melakukan itu karena anaknya susah diberi makan.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved