Deli Serdang Terkini

Hati-Hati Modus Penipuan Baru, Disdukcapil Deli Serdang Bantah Lakukan Layanan dari WhatsApp

Disdukcapil Kabupaten Deli Serdang membantah ada memberikan layanan kepada masyarakat perihal layanan KTP Digital.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/HO
Warga sedang mengurus administrasi kependudukan di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Deli Serdang. 

TRIBUN-MEDAN. com, LUBUKPAKAM- Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Deli Serdang membantah ada memberikan layanan kepada masyarakat perihal layanan KTP Digital melalui tawaran pesan what's app kepada masyarakat. Disdukcapil menyebut pelayanan kepada masyarakat masih diberikan dari kantor saja. Hal ini sekaligus menjawab kejadian yang dialami beberapa masyarakat yang mendapat tawaran layanan dari what's app yang diduga dilakukan oleh oknum yang ingin mendapatkan keuntungan tertentu. Masyarakat pun dipinta untuk waspada agar tidak terhindar dari korban kejahatan. 

"Sejauh ini kita dari dinas nggak ada layanan dari what's app. Layanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang bersangkutan registrasi melalui HP sendiri. Ini dilakukan pelayanannya di kantor Disdukcapil atau pelayanan keliling kita," ujar Kabid Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan Disdukcapil Deli Serdang, Amos Ginting, Kamis (10/10/2024). 

Amos membantah ada pegawai mereka yang bernama Rizky Pratama dan ditugaskan memberikan layanan untuk pelayanan IKD seperti yang didapatkan oleh salah satu masyarakat Deli Serdang. Disebut pelayanan IKD diberikan dengan bertatap muka secara langsung. Selain disuruh untuk memasukkan NIK juga harus ada menyiapkan email dan nomor teleponan. Untuk aplikasinya didownload melalui playstore dari HP android. 

"Ada juga foto selfie yang bersangkutan dan minta barkot di kantor Capil atau pelayanan kelililing. Kita baru tahu juga saat ini ada yang nawar-nawarkan dari what's app. Selama ini nggak pernah ada dengar kita. Saat ini IKD ini memang masih kecil penggunanya di Deli Serdang belum ada 10 persen yang punya karena memang belum banyak yang sadar karena KTP yang pakai fisik masih berlaku," kata Amos. 

Amos menyampaikan kalau kedepan Pemerintah Pusat itu akan mengupayakan bagaimana pelayanan tidak mesti dilakukan dari Dinas Capil. Dikatakan banyak hal yang bisa didapatkan dari IKD. Ia mencontohkan kalau KTP elektronik fisiknya bisa patah, hilang atau rusak. Namun IKD sifatnya fisik sehingga KTP bisa dilihat dari digital dan dimanapun. 

"Kalau HP kan sekarang jarang ketinggalan jadi bisa dilihat dari HP saja. Nggak bisa discreenshot dia. Sifatnya untuk di share," ucap Amos. 

Salah satu warga yang sempat mendapat tawaran pelayanan dari what's app untuk layanan KTP digital adalah Daniel warga Kecamatan Sunggal. Ia mengaku awalnya ditelepon oleh pria yang mengaku bernama Rizky Pratama dari Disdukcapil. Namun lama kelamaan ia pun sadar kalau dirinya akan dijadikan korban kejahatan. 

"Ditelpon awal bilang dia dari Disdukcapil mau nawarkan bantu aku karena dilihatnya belum ada KTP digital. Mau dibantu prosesnya tapi kemudian minta video call. Setelah itu aku di WA-nya dan dikasih tau alamat-alamatku dengan jelas beserta NIK nya. Aku pun nggak tau dapat dari mana dia karena alamat lengkap kali. Sempat juga mau percaya,"kata Daniel. 

Karena terus menawarkan untuk dibantu proses pengaktipan KTP digital ini kemudian yang membuatnya curiga. Karena tidak mungkin pelayanan ditawarkan melalui video call. "Aku takut pas video call disuruhnya pegang KTP asli dan kemudian di capture sama dia untuk pinjaman online. Di telpon terus kemarin itu baru aku bilang nggak ada pelayanan pakai video call di capil, itulah baru dimatikannya," katanya.

(dra/tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved