10 Tahun Pemerintahan Jokowi
Bandara Silangit Pintu Masuk ke Kawasan Danau Toba, Destinasi Wisata dan UMKM makin Mendunia
Kehadiran Bandara Silangit menjadikan kawasan Danau Toba semakin mudah diakses. Pengunjung yang datang dari berbagai kawasan menuju kawasan Dan
Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Kehadiran Bandara Silangit menjadikan kawasan Danau Toba semakin mudah diakses. Setiap pengunjung yang datang dari berbagai kawasan menuju kawasan Danau semakin dipermudah. Transportasi jalur udara mempersingkat waktu tempuh menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan Danau Toba.
Ketika, destinasi wisata mulai dibenahi, tentu produk UMKM juga semakin berbenah. Produk UMKM dari berbagai lokasi di kawasan Danau Toba semakin banyak yang muncul. Hasil pertanian sebagai bahan utama UMKM semakin banyak ditemukan.
Kini, Asosiasi UMKM Kaldera Toba sudah sambangi sejumlah daerah di kawasan Danau Toba guna melihat potensinya. Pegiat UMKM sekaligus Asosiasi UMKM Kaldera Toba bidang pertanian Berliana Purba kini berupaya memperkenalkan destinasi wisata dan kuliner yang ada di kawasan Danau Toba. Teranyar, pihaknya sedang berupaya memperkenalkan Seribu Goa di Pakkat. Ia berharap, destinasi wisata ini mendunia.
"Kita berharap, kehadiran Bandara Silangit ini dapat meningkatkan jumlah wisatawan ke tempat kita ini dan tentunya UMKM semakin maju kedepannya. Sejak masa Covid-19, peningkatan kualitas UMKM terus digalakkan. Itu terbukti dengan banyaknya pelatihan-pelatihan dan perhatian pemerintah terhadap UMKM," ujar Berliana Purba, Sabtu (12/10/2024).
"Pada saat itu, pemerintah banyak menggunakan webinar, perbaikan packaging, marketing, dan hal lain soal UMKM. Dengan adanya pembelajaran packaging ini, tentu hasil atau produk UMKM itu lebih menarik," sambungnya.
Jumlah pengunjung yang banyak ke kawasan Danau Toba memungkinkan jumlah kebutuhan produk UMKM semakin bertambah. Hal inilah yang membuat, ia bersama rekannya di asosiasi tersebut terus menggali potensi masing-masing daerah di kawasan Danau Toba.
"Hingga saat ini, saya sendiri yang berada di bidang pertanian melihat banyak potensi dari daerah kita yang bisa menjadi buah tangan bagi para pengunjung. Misalnya, salak dari Pakkat, daerah asalku haruslah dibuat dengan packaging yang bagus supaya semakin menarik. Karena kualitasnya sudah bagus, tinggal packagingnya yang mesti diperhatikan," terangnya.
Setiap kabupaten yang ada di kawasan Danau Toba tentu memiliki hasil pertanian yang relatif variatif. Misalnya, di Toba dikenal sebagai penghasil kopi dan andaliman serta beras. Kabupaten Samosir dikenal dari dulu sebagai penghasil bawang, kacang tanah dan kini dikenal sebagai penghasil andaliman juga. Humbahas dikenal sebagai penghasil sayuran. Tarutung dikenal sebagai penghasil nenas dan berbagai produk pertanian lainnya.
Menurutnya, hasil pertanian ini dapat diolah menjadi kuliner khas daerah masing-masing dan siap dipasarkan kepada setiap pengunjung yang datang ke kawasan Danau Toba. Sembari menikmati liburan, biasanya, wisatawan mencari makanan khas serta souvenir lokal.
"Hasil tani, misalnya kopi, salak, nenas, dan produk pertanian. Setiap daerah punya potensi. Selain itu, Pemkab masing-masing daerah juga kita lihat berbenah dengan adanya Dekranasda. Misalnya, di Humbahas, sudah ada rumah kemasan. Kita mau bikin kemasan dengan harga yang lebih murah, datang saja ke sana," tuturnya.
Bandara Silangit sebagai pintu masuk kawasan Danau Toba menjadi kesempatan bagi masyarakat sekitar untuk berbenah diri, melihat potensi yang harus dikembangkan. Keindahan Danau Toba menjadi pemikat hati para wisatawan untuk datang berkali-kali dan tinggal berlama-lama di kawasan Danau Toba.
"Kesempatan ini yang mesti dipandang sebagai peluang. Kita harapkan, lokasi UMKM semakin luas di bandara itu agar setiap pengunjung yang datang bisa melihat apa saja produk kita. Termasuk juga memperkenalkan destinasi wisata di kawasan Danau Toba," sambungnya.
"Masih banyak destinasi di Danau Toba yang belum terkenal padahal cantik dan menawan. Kita tidak kekurangan lokasi yang indah. Dengan kedatangan para pengunjung di bandara, mereka langsung punya gambaran soal lokasi yang ingin mereka kunjungi. Daya tarik itu yang membuat pengunjung kerasan tinggal di tempat kita," tuturnya.
Bahkan, ia berharap areal Bandara Silangit menjadi kota kecil yang terus memiliki aktivitas.
"Kita ingin bandara itu menjadi kota yang hidup sepanjang hari. Nah, disanalah produk UMKM kita diperkenalkan. Setiap pengunjung yang datang bisa menikmati keindahan kota kecil itu dan produk UMKM disuguhkan bagi mereka. Itu pasti menarik," sambungnya.
JNE Silangit: Pengiriman Produk UMKM Lebih Cepat
Pertumbuhan Ekonomi di Sumut 1 Dekade Pemerintahan Jokowi, Angka Pengangguran dan Kemiskinan Menurun |
![]() |
---|
10 Tahun Kepemimpinan Jokowi, Bangun Jalan Tol Binjai-Langsa Urai Kemacetan Parah di Langkat |
![]() |
---|
Sejarah Bandara Sisingamangaraja XII Silangit, Diresmikan Presiden Jokowi Jadi Bandara Internasional |
![]() |
---|
Berdirinya Tol yang Dibangun Jokowi, Memberikan Kehidupan Baru Masyarakat Asahan |
![]() |
---|