TRIBUN WIKI
Dampak Buruk Multitasking, Ternyata Mirip Seperti Mengonsumsi Ganja dan Menurunkan Kecerdasan
Multitasking adalah kemampuan untuk mengerjakan lebih dari satu tugas atau pekerjaan dalam waktu yang bersamaan. Namun ada efek buruk mengintai.
TRIBUN-MEDAN.COM,- Setiap individu memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
Tiap orang juga punya keunikan masing-masing, termasuk kekurangan dan kelebihan.
Dari beragam karakter manusia, ada pula sosok yang multitasking.
Multitasking adalah kemampuan untuk mengerjakan lebih dari satu tugas atau pekerjaan dalam waktu yang bersamaan.
Baca juga: Apa Itu Mikroplastik dan Bagaimana Dampaknya Bagi Kesehatan Manusia
Kata multitasking berasal dari bahasa Inggris, yaitu gabungan kata "multi" yang berarti "beberapa" atau "banyak" dan "tasking" yang berarti "bentuk pengerjaan tugas.
Sehingga, multitasking ditafsirkan mengerjakan banyak hal di waktu bersamaan.
Namun, multitasking ini ternyata punya dampak buruk bagi kesehatan.
Otak akan dipaksa bekerja, hingga bisa membuat IQ menjadi menurun.
Baca juga: Kenali Apa Itu Gondongan, Penyakit Menular yang Sering Menjangkiti Anak Usia 2 hingga 12 Tahun
Dalam penelitiannya, Dr. Tomas Chamorro-Premuzic mengatakan bahwa orang yang melakukan multitasking, otaknya akan mengalami penurunan kinerja kognitif yang setara penurunan 10 poin IQ.
Hal ini sama seperti efek terjadi setelah mengonsumsi ganja.
Dampak multitasking
Gangguan Jaringan Otak
Saat kita melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan, bagian otak yang mengatur fokus dan berpikir kita jadi terganggu.
Efek sampingnya adalah, seseorang menjadi lebih lambat dalam berpikir dan mengambil keputusan yang tepat (lambat loading atau lemot.
Baca juga: Apa Itu Eksaminasi, Syarat dan Ketentuannya dalam Hukum Negara di Indonesia
Stres Meningkat
Berpindah-pindah antara tugas dapat meningkatkan tingkat stres.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.