VIDEO

Calon Pramugari Tewas di Asrama, Polda Sumut Periksa Keluarga dan Pengurus Sekolah

Kompol Bayu Putra Samara mengatakan, besok pihaknya akan memeriksa pelapor yang merupakan kuasa hukum dan keluarga

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Satia

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN- Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Sumut menjadwalkan pemeriksaan terhadap keluarga Ade Nurul Fadillah, calon pramugari sekolah penerbangan di Sumatera Flight Education Center Medan.


Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Bayu Putra Samara mengatakan, besok pihaknya akan memeriksa pelapor yang merupakan kuasa hukum dan keluarga korban.


"Besok dari pihak keluarga korban akan hadir dipanggil ke Polda Sumut. Kita sudah berkordinasi dengan pelapor yang merupakan pengacara keluarga,"kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut Kompol Bayu Putra Samara, Selasa (29/10/2024).


Terkait ekshumasi atau bongkar kuburan guna autopsi, mantan Kabag Ops Polres Pematangsiantar ini mengungkap pihaknya sudah berkoordinasi dengan RS Bhayangkara TK II Medan.


Namun kapan jadwal pasti masih menunggu kordinasi dengan keluarga korban.


"Kita juga sudah kordinasi dengan RS Bhayangkara terkait ekshumasi. Untuk pelaksanaanya akan kordinasi dengan keluarga."


Kompol Bayu Putra membeberkan, untuk percepatan proses penyelidikan, pihaknya melakukan upaya jemput bola.


Mereka datang ke sekolah tempat korban diduga tewas, dan mendatangi klinik, serta RS Universitas Sumatera Utara (USU).


Di Sumatera Flight Education Center, mereka mencari tahu siapa yang membawa korban ke RS.


Nantinya, hasil penyelidikan di lapangan akan digelar untuk menentukan langkah penyelidikan selanjutnya.


"Tim sudah berangkat menuju sekolah korban, ke RS USU. Hasilnya akan kami gelar."


Sebelumnya, seorang wanita bernama Ade Nurul Fadilah (19), warga Jalan Mandiri, Kelurahan Sidomukti, Kecamatan Kota Kisaran Barat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara diduga meninggal tak wajar.


Keluarga menduga, korban tewas akibat dianiaya di asrama sekolah kursus penerbangan Sumatera Flight Education Center di Jalan Letjen Jamin Ginting, Komplek Citra Garden, Kota Medan.


Sebab, di tubuh korban diantaranya leher, rusuk dan punggung ditemukan diduga bekas memar akibat kekerasan.


Kuasa hukum korban, Thomy Faisal Sitorus Pane mengatakan, kejanggalan ini sudah dilaporkan ke Polda Sumut pada 23 Oktober lalu setelah mendapat kuasa dari keluarga korban.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved