Sosok

Sosok Pendeta Victor Tinambunan, Ephorus HKBP Terpilih di Sinode Godang ke-67, Raih 1.125 Suara

Pendeta Viktor Tinambunan meraih suara sebanyak 1125 suara, Pendeta Maulinus Siregar memeroleh suara sebanyak 620 suara.

|
Penulis: Randy | Editor: Randy P.F Hutagaol
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Pendeta Victor Tinambunan usai pengumuman hasil pemilihan Ephorus HKBP, Kamis (5/12/2024). 

"Sentralisasi sudah diputuskan. Semua yang diputuskan oleh Sinode Godang itu mengikat semuanya. Harus jalan,"

"Kalau ada penguatan, kita lakukan," katanya.

Sosok Pendeta Victor Tinambunan

Pdt. Victor Tinambunan, yang merupakan anak desa dari keluarga sederhana di Parlilitan, Kabupaten Humbang Hadundutan, Sumatera Utara, ia merupakan putra dari seorang sintua dan pegawai negeri sipil.

Keluarga Victor Tinambunan saat itu hidup dengan keterbatasan. Namun kesulitan tak menghalangi Victor untuk meraih cita-citanya. Justru kesulitan hidup memacunya menjadi anak muda pekerja keras, jujur dan disiplin serta selalu berserah kepada Tuhan.

Hingga saat ini, Pdt. Victor Tinambunan yang pernah dipercayakan dengan jabatan strategis di HKBP sebagai Ketua STT HKBP, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dikenal seorang figur pendeta yang punya capaian akademis yang cemerlang, punya pengalaman berorganisasi dan kepemimpinannya teruji, terutama kala memimpin STT HKBP seperti Tribun Medan sadur dari Narwastu.

Dan banyak hal yang sudah dilakukannya saat memimpin STT HKBP yang sudah melahirkan banyak pendeta di HKBP itu, sehingga dia dipuji banyak kalangan, termasuk mendapat penghargaan dari pimpinan HKBP atas kepemimpinannya di STT HKBP.

Selain itu, Pdt. Victor yang hidup dengan dua anak dan seorang istri dalam suasana harmonis, juga selama ini mampu menjalankan perannya dengan baik membina kerjasama dengan lembaga dan gerakan oikoumenis di dalam dan luar negeri. Mottonya dalam pelayanan: Melayani dengan hati, karena dari hati yang bersih akan muncul kebaikan dan keteraturan.

Suami tercinta Tima Warni boru Pangaribuan ini punya dua anak, Dorothy Christy Lois Tinambunan, kini menjalani kuliah tahun ketiga di University Sains Malaysia. Sedangkan anak kedua, Sundermann William Penn Tinambunan, kini masih kelas 2 SMU Budi Mulia, Pematang Siantar. Istrinya dulu pernah jadi guru sekolah minggu di HKBP Sidorejo, Medan.

Mereka dipertemukan Tuhan dalam sebuah ibadah di gereja. Berbicara tentang masa kecilnya, Pdt. Victor mengenang ia dan 7 saudaranya dibesarkan ayahnya yang merupakan seorang pegawai negeri sipil dan ibunya yang tangguh.

Dan untuk membesarkan kedelapan anaknya itu, gaji ayahnya tak cukup, sehingga saat ia liburan panjang mesti ikut bekerja di kebun kemenyan teman sekampungnya. Untuk mencapai kebun yang berada di hutan belantara itu mereka menempuh perjalanan hingga 9 jam.

Dan mereka menginap di hutan itu antara tiga atau empat malam di sebuah pondok sederhana. Tak heran, saat malam tiba sering mereka mendengar suara auman binatang buas seperti harimau. Dan itu sangat membuat mereka ketakutan.

Kemudian ia mengikuti pendidikan SD dan SMP di kampungnya di Parlilitan, sedangkan TK saat itu tak ada. Sementara pendidikan SMA ia ikuti di Tarutung. Setamat SMA ia sempat ingin masuk ke fakultas pertanian, tapi tangan Tuhan bekerja lewat ayahnya, lalu ia diarahkan masuk ke STT HKBP, apalagi dulu Victor senang dengan pelajaran agama Kristen dan nilainya pun bagus. Dan pada 1984 ia mengikuti seleksi masuk STT HKBP.

Orangtuanya saat itu sangat gigih untuk menyekolahkan mereka ke perguruan tinggi. Sementara abangnya kuliah di Universitas Dharma Agung, Medan, dan adiknya di Universitas HKBP Nommensen.

Setelah selesai kuliah sembari melayani, Victor juga menekuni studi S2 di UKDW Yogyakarta (1994-1996). Selain itu, ia mengikuti program Master Sacred of Theology di Lutheran Theological Seminary, Philadelphia, Amerika Serikat (1996-1998). Tentu pengalaman kuliah hingga ke luar negeri, baginya, yang merupakan seorang anak desa, adalah jalan-jalan Tuhan yang tidak terselaminya. Selama kuliah ia aktif di organisasi kemahasiswaan, misalnya ia pernah dipercaya menjadi ketua seksi kerohanian di Senat Mahasiswa dan pernah juga jadi Sekretaris Senat Mahasiswa. Ia pun pernah aktif di Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematang Siantar.

Ketika kuliah S2 di Yogyakarta ia banyak belajar dari tokoh-tokoh intelektual yang dikenal religius, seperti Prof. Gerrit Singgih, P.hD, Romo Mangun Widjaya, Th. Sumartana, J.B. Banawiratma, dan Pdt. Dr. John Titaley, yang menurutnya sangat menginspirasi.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved