Berita Viral

KESAKSIAN WN Malaysia Diperas Polisi di Ajang DWP, 'Ditahan' 2 Malam dan Bebas Setelah Transfer Uang

Amir Mansor (29 tahun), warga negara Malaysia, menceritakan pengalaman pahitnya yang menjadi korban pemerasan oleh polisi di ajang DWP.

Tayang:
Editor: Juang Naibaho
Via BBC Indonesia
Amir Mansor (kedua dari kiri) dan teman-temannya berfoto dengan polisi dan pengacara yang menampung uang hasil pemerasan sebelum dibebaskan. 

Amir menghabiskan waktu hampir dua malam di kantor polisi. Selama itu, dia hanya diberi makan satu kali.

Dia mengaku melihat banyak orang bernasib sama. Orang-orang itu, kata Amir, tak cuma dari Malaysia.

"Ada orang-orang Indonesia, Singapura, dan Taiwan," tuturnya.

"Ada beberapa yang diperlakukan lebih buruk dari kami. Ada orang Taiwan yang ditaruh di sel karena kantor mereka sudah penuh dengan kami," sambung Amir.

Dia akhirnya dibebaskan pada Minggu (15/12/2024) siang.

Amir hanyalah satu dari banyak warga negara asing (WNA) yang menjadi korban pemerasan polisi berkedok razia narkoba.

Mabes Polri menyatakan bahwa ada 45 warga negara Malaysia yang menjadi korban dengan barang bukti sebesar Rp 2,5 miliar. 

Sebanyak 18 personel kepolisian tengah diperiksa terkait dugaan pemerasan. Kendati begitu, Amir meyakini jumlah korban dan polisi yang terlibat lebih dari itu.

Menurutnya, beberapa orang yang dia kenal juga dibawa ke kantor-kantor polisi lain di Jakarta. Salah satunya, Polsek Kemayoran.

Kejadian itu cukup membuatnya kapok untuk datang ke DWP. "Kalau masih digelar di Jakarta, kami tidak akan datang. Kecuali kalau mereka mengubah lokasinya atau mereka melakukan rebranding," kata Amir.

Saat ini, dia berharap agar uangnya bisa kembali. Amir mengatakan dirinya telah melapor ke Polri melalui email.

Amir sempat menghubungi AT untuk meminta uangnya kembali. Namun, kata Amir, AT mengeklaim uang hasil pemerasan telah dikembalikan ke negara.

Hingga Kamis (26/12), Amir mengaku tak pernah mendapatkan uang itu kembali.

Viral di Medsos

Pengalaman pahit para pengunjung DWP itu kemudian viral di media sosial. Para raver asal Malaysia ramai-ramai menyuarakan pemerasan yang mereka alami.

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved