Berita Viral
KESAKSIAN WN Malaysia Diperas Polisi di Ajang DWP, 'Ditahan' 2 Malam dan Bebas Setelah Transfer Uang
Amir Mansor (29 tahun), warga negara Malaysia, menceritakan pengalaman pahitnya yang menjadi korban pemerasan oleh polisi di ajang DWP.
Penyelenggara DWP kemudian membuat pernyataan yang menyesalkan kejadian tersebut. Unggahan itu dipenuhi oleh komentar-komentar bernada marah.
Ada yang mengaku dipelototi oleh polisi saat sedang asyik berjoget. Beberapa ditarik oleh polisi untuk digeledah dan berujung diperas.
Imbasnya, mereka mengatakan tak mau lagi datang ke DWP dan akan lebih memilih datang ke festival musik serupa di negara lain, misalnya Thailand.
Tindakan polisi juga dikecam oleh warganet Indonesia karena dianggap "memalukan negara" dan membuat kebobrokan institusi itu "go international". Kasus ini juga dinilai merugikan sektor ekonomi dan pariwisata.
Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, mengatakan peristiwa itu memberi citra negatif bagi Indonesia di tengah upaya mempromosikan diri menjadi destinasi kelas dunia.
"Kementerian Pariwisata menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan dan dampak yang ditimbulkan dari peristiwa ini," kata Widiyanti.
Kamar Dagang Indonesia (KADIN) turut berkomentar karena khawatir kasus ini mengancam potensi ekonomi dari konser musik internasional.
Polisi Disanksi Tapi Tidak Dipecat
Propam Polri telah menjatuhkan sanksi kepada polisi yang memeras WN Malaysia di acara DWP 2024 itu. Mereka hanya dijatuhi sanksi mutasi jabatan.
Sebanyak 18 anggota polisi itu telah menjalani penempatan khusus (patsus) dan akan menghadapi sidang kode etik pada pekan depan.
Mereka berasal dari berbagai pangkat dan berasal dari Polsek Kemayoran, Polres Metro Jakarta Pusat, hingga Polda Metro Jaya dan sudah diperiksa Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri.
Dari hasil penyelidikan Propam mengumpulkan barang bukti dari hasil pemerasan itu senilai Rp 2,5 miliar.
Uang sebesar Rp 2,5 miliar yang ditemukan merupakan hasil penggabungan dari dugaan pemerasan 18 anggota polisi, yang dikumpulkan dalam satu rekening yang sama.
"Tadi kan disampaikan yang sudah ya (disiapkan). Oke ya," ujar Kadiv Propam Polri Irjen Abdul Karim di Mabes Polri, Selasa (24/12/2024) malam.
Harusnya Dipecat
Ketua Indonesia Police Watch (IPW) Sugeng Teguh Santoso mendesak Polri untuk memecat polisi yang memeras penonton DWP melalui sidang kode etik pada pekan depan.
Sugeng menyatakan, pelaku pemerasan itu harus dihukum berat karena perbuatan mereka telah mempermalukan Indonesia di mata internasional.
“Tindakan yang diduga memeras ini harus diganjar dengan hukuman tertinggi pemecatan. Karena apa? Pertama, ini mempermalukan Indonesia di dunia internasional,” kata Sugeng saat dihubungi, Jumat (27/12/2024) seperti dikutip dari Kompas.com.
Sugeng berpendapat, praktik pemerasan diduga menjadi satu pola umum atau kebiasaan yang dilakukan polisi.
Namun, ia menilai polisi-polisi itu tidak berpikir bahwa korban mereka adalah warga negara Malaysia yang punya stereotipe buruk kepada Indonesia.
“Apakah mereka tidak tahu bahwa warga negara Malaysia sebagai bangsa serumpun itu punya pandangan stereotip seperti ini? Tindakan memeras ini mengabaikan kondisi-kondisi yang jadi latar belakang,” ujar Sugeng.
Oleh karena itu, ia menilai pemecatan atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) harus dilakukan. (BBC Indonesia/Kompas.com/Tribunnews.com)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Pengakuan WN Malaysia Diperas Polisi Nonton DWP: Transfer Rp 360 Juta ke Rekening MAB dan AT
| Suami Istri Asal Pati Selamat dari Tragedi Bus ALS Vs Truk BBM, Berencana Cari Kerja di Medan |
|
|---|
| PENGAKUAN Kernet Bus ALS Oleng Karena Hindari Lubang Berakhir Adu Kambing dengan Mobil Tangki |
|
|---|
| Kronologi Kecelakaan Bus ALS vs Truk BBM, Penjelasan Polisi dan PT ALS, 16 Korban Tewas, 4 Selamat |
|
|---|
| Legenda ALS Berakhir Tragis di 'Jalur Neraka' Jalinsum: Bus Tinggal Bangkai, 16 Nyawa Melayang |
|
|---|
| NAMA Sopir Bus ALS dan Mobil Tangki Meninggal Dunia dalam Kecelakaan Maut, Kernet Turut Tewas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/WN-Malaysia-diperas-polisi-nonton-DWP.jpg)