Kesehatan
Virus HMPV China Merebak, Kenali Gejala dan Penularannya
Human Metapneumovirus atau HMPV adalah virus yang menyebabkan gejala mirip flu. Virus ini menimbulkan infeksi saluran pernapasan pneumonia.
Dia menjelaskan, HMPV kurang berpotensi menjadi pandemi karena tingkat penularannya lebih lambat dan tingkat keparahan penyakitnya secara umum lebih ringan daripada Covid-19.
Selain itu, penularan HMPV juga diperkirakan tidak akan semasif Covid-19 yang menular ke banyak negara dunia sejak muncul pertama kali di China pada 2019.
Baca juga: Apa Itu Demam Babi Afrika? Apakah Bahaya Bagi Manusia? Simak Penularannya
"Meskipun terjadi mutasi dan HMPV mudah menginfeksi, kemampuan infeksinya masih di bawah SARS-COV-2 penyebab Covid-19," tambah Dicky.
Menurutnya, penularan HMPV terjadi melalui droplets atau percikan air liur saat penderita virus tersebut batuk, bersin, atau bicara.
Virus ini juga bisa disebarkan lewat kontak langsung dengan penderita ataupun sentuhan barang yang terkontaminasi.
"Ini mirip penularan Covid-19," tegas Dicky.
Baca juga: Apa Itu Ikan Mola-mola atau Ikan Matahari yang Terdampar di Kota Gorontalo
Penderita HMPV juga akan mengalami gejala mirip Covid-19 yaitu batuk, demam, hidung berair atau tersumbat, mengi, sakit tenggorokan, mual, muntah, diare, atau ruam.
HMPV terkadang menyebabkan komplikasi serius seperti bronkitis atau pneumonia, bronkiolitis, radang paru-paru, asma kambuh, serta infeksi telinga.
Orang yang berisiko terkena HMPV
Dicky menyebut, HMPV saat ini tengah merebak di China, Hong Kong, dan Jepang karena negara-negara itu masih dilanda musim dingin.
Cuaca dingin memudahkan penularan virus berbahaya seperti HMPV. Sebab, banyak orang berada di tempat yang sama saat cuaca dingin sehingga mudah tertular virus.
Baca juga: Apa Itu Femisida di Kasus Pembunuhan Hertalina Simanjuntak? Ini Penjelasan Komnas Perempuan
Menurut Dicky, HMPV ditemukan sejak 2001. Virus ini terutama menyerang anak kecil, orang tua, serta anak muda dengan imunitas rendah.
Dia menilai, kondisi penularan HMPV berbeda daripada Covid-19 yang baru muncul dan menular ke manusia pada 2019.
"(Karena sudah ada sejak dulu) sebagian penduduk Asia Timur bahkan Asia Tenggara sebagian sudah memiliki imunitas (dari HMPV)," lanjutnya.
Meski begitu, setiap orang tetap berisiko terinfeksi HMPV terutama setelah bepergian ke lokasi tempat virus itu mewabah. Karena itu, publik tetap perlu waspada.
Orang-orang yang rentan dan berisiko tinggi terinfeksi HMPV adalah sebagai berikut:
- Bayi baru lahir, terutama prematur
- Anak berusia kurang dari 5 tahun
- Orang lanjut usia berumur lebih dari 65 tahun
- Orang yang pernah menjalani transplantasi organ
- Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah
- Konsumen obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh
- Penderita HIV, kanker, atau gangguan autoimun
- Penderita asma yang menggunakan steroid
- Penderita penyakit paru obstruktif kronis (PPOK).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/ilustrasi-virus-HMPV.jpg)