VIDEO
PANGKALAN Gas Oplosan Dekat Polda Sumut, Perputaran Uang Capai Miliaran, Diduga Dibekingi Oknum
Mereka menutup akses pintu masuk pertama Polda Sumut sambil membawa spanduk, alat pengeras suara dan 2 ban bekas.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Satia
Kordinator aksi, Rapi Lamnur Siregar mengatakan kedatangan mereka ke Polda Sumut supaya Polisi memberantas dan menangkap mafia gas subsidi oplosan yang lokasinya tak jauh dari Polda Sumut.
Katanya, gudang sekaligus tempat mengoplos gas subsidi ukuran 3 Kilogram ke berbagai ukuran non subsidi cuma berjarak 1 Kilometer atau tepatnya di Jalan Selambo.
Kerugian negara ditaksir Rafi dan kawannya dalam sehari mencapai Rp 1 Miliar, dan Rp 7 Miliar perhari.
Para pelaku disebut memperoleh gas subsidi ukuran 3 Kilogram dari berbagai sumber, kemudian gas dipindahkan ke tabung gas mulai dari 5 Kg, 12 kg dan 50 Kilogram.
Setelah dipindahkan, gas berbagai ukuran yang sebetulnya berisi gas subsidi dijual ke berbagai wilayah dengan harga normal.
"Kalau kami rekapitulasi, akibat aksi mafia gas kerugian negara sekitar Rp 1 Miliar perhari karena gas subsidi 3 Kilogram dioplos ke dalam tabung gas 5, dan berbagai ukuran kilogram kaini dan dijual dengan harga normal non subsidi. Padahal isinya tadi gas 3 kg subsidi yang dipindahkan,"kata Rapi, Senin (20/1/2025).
Rapi menduga gudang gas oplosan ini beroperasi selama bertahun-tahun dan diduga kuat dilindungi oknum Polisi yang berada di Polda Sumut.
Sebab, mereka bebas mengoplos gas subsidi hingga negara ditaksir merugi miliaran.
Dugaan mereka gudang gas oplosan masih satu pemilik dengan gudang gas oplosan yang sempat digrebek Polda Sumut pada 28 November 2023 lalu di Jalan Selambo Ujung, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang.
Para demonstran merasa kecewa karena ketika mengajak Polisi untuk melihat langsung pangkalan gas, ditolak dengan berbagai alasan, salah satunya harus membuat laporan resmi ke Polisi dahulu.
"Kami menduga bahwa, lokasi yang tak jauh dari Polda Sumatera Utara tidak mungkin tidak diketahui Polda Sumatera Utara sehingga kami menduga adanya keterlibatan oknum-oknum untuk melindungi supaya masih tetap berjalan,"ungkapnya.
"Tapi ketika kita sudah masuk masuk ke dalam banyak prosedur sehingga kami merasa di bola-bola dan hari ini kecewa tidak ada hasil. Kami menduga Polda Sumatera Utara ada yang memiliki gudang oplosan,"sambungnya.
PS Kanit Subdit I Indak Direktorat Reserse Kriminal Khusus, Polda Sumut AKP Indah, yang menjumpai massa menyarankan agar mereka membuat laporan resmi supaya ditindaklanjuti.
"Disini kami sarankan kepada rekan-rekan agar membuat surat pengaduan tertulis yang berisikan tentang bagaimana cara penyaluran, siapa yang melakukan, itu dibuat secara tertulis dan langsung kirimkan kepada kami.Nanti akan kita tindak lanjuti,"katanya.
(Cr25/Tribun-medan.com)
| Anggota DPRD datangi RSUD Tanjungbalai, Klarifikasi Kasus Dugaan Pemukulan |
|
|---|
| Gawat! Ngaku Anak Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Pria Palak Penjaga Kedai Aceh di Tembung |
|
|---|
| Mahasiswa Protes Penyegelan Rektorat Universitas Tjut Nyak Dhien oleh Ahli Waris |
|
|---|
| Ahli Waris Segel Rektorat Universitas Tjut Nyak Dhien, Klaim Tanah Milik Keluarga |
|
|---|
| Seorang Pendaki Gunung Sibayak Alami Hipotermia, Ranger: Cuaca Buruk! |
|
|---|