Hardiknas 2025

Potret Pendidikan Anak Pesisir Percut Seituan di Hari Pendidikan Nasional 2025

Anak-anak pesisir yang dulunya hanya peduli dengan mencari ikan dilaut, kini perlahan mulai berani menyuarakan keinginan untuk belajar.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA TARIGAN
PERAYAAN HARDIKNAS: Puluhan anak nelayan di pesisir Percut Seituan tengah mengikuti belajar berhitung dan membaca, Jumat (2/5/2025). Terkadang anak-anak juga membaca lantang di atas perahu, hal ini dilakukan untuk memantik semangat belajar anak-anak pesisir tersebut. TRIBUN MEDAN/HUSNA FADILLA 

Fitri relawan lainnya, gadis lulusan SMK Kesehatan Imelda Medan ini dulunya adalah salah satu murid Rumah Edukasi Anak Pesisir. Kini, ia balik membawa perubahan untuk generasi berikutnya.  

"Saya ingin membuktikan bahwa anak nelayan juga bisa berdaya. Dulu saya diajari membaca di sini, sekarang giliran saya yang mengajar," katanya dengan mata berbinar.  

Namun, perjuangan tak semudah membalik telapak tangan. Jumlah relawan terbatas, sementara murid terus bertambah. "Setiap hari ada saja anak baru yang datang. Kami butuh lebih banyak tangan untuk membantu," ujarnya.  

Upaya keras Fitri dan kawan-kawan tidak sia-sia. Beberapa tahun lalu, komunitas ini menyabet penghargaan dari Balai Bahasa Sumatera Utara dalam Festival Literasi. Tapi yang lebih membanggakan adalah kesaksian para orang tua.  

Seperti Farida (38), yang dua anaknya bersekolah di sini. "Dulu anak saya hanya ikut ke laut. Sekarang, dia juara kelas dari kelas 1 sampai 5 SD!" ceritanya bangga.  

Farida bukan satu-satunya. Banyak orang tua di Desa Bagan Percut kini berlomba menitipkan anak mereka di sini. "Kalau tidak ada Rumah Edukasi, anak-anak di sini mungkin hanya akan jadi nelayan buta huruf seperti generasi sebelumnya," ucapnya.  

Ke depan, Fitri dan tim punya mimpi besar, di hari pendidikan nasional (Hardiknas) ini tepatnya, dengan penuh tekad ia ingin membuat anak-anak pesisir tidak hanya melek huruf, tetapi juga berani bermimpi lebih tinggi.

"Kami ingin ada ruang kreatif di mana mereka bisa belajar keterampilan lain, seperti menulis cerita atau membuat kerajinan tangan," ujar Fitri.  

Di tengah deburan ombak dan terik matahari, Rumah Edukasi Anak Pesisir tetap berdiri tegak sebagai bukti bahwa pendidikan bisa lahir dari mana saja, bahkan dari atas perahu kayu yang sederhana.

(cr26/tribun-medan.com)

 

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved