Hardiknas 2025
Potret Pendidikan Anak Pesisir Percut Seituan di Hari Pendidikan Nasional 2025
Anak-anak pesisir yang dulunya hanya peduli dengan mencari ikan dilaut, kini perlahan mulai berani menyuarakan keinginan untuk belajar.
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Randy P.F Hutagaol
Fitri relawan lainnya, gadis lulusan SMK Kesehatan Imelda Medan ini dulunya adalah salah satu murid Rumah Edukasi Anak Pesisir. Kini, ia balik membawa perubahan untuk generasi berikutnya.
"Saya ingin membuktikan bahwa anak nelayan juga bisa berdaya. Dulu saya diajari membaca di sini, sekarang giliran saya yang mengajar," katanya dengan mata berbinar.
Namun, perjuangan tak semudah membalik telapak tangan. Jumlah relawan terbatas, sementara murid terus bertambah. "Setiap hari ada saja anak baru yang datang. Kami butuh lebih banyak tangan untuk membantu," ujarnya.
Upaya keras Fitri dan kawan-kawan tidak sia-sia. Beberapa tahun lalu, komunitas ini menyabet penghargaan dari Balai Bahasa Sumatera Utara dalam Festival Literasi. Tapi yang lebih membanggakan adalah kesaksian para orang tua.
Seperti Farida (38), yang dua anaknya bersekolah di sini. "Dulu anak saya hanya ikut ke laut. Sekarang, dia juara kelas dari kelas 1 sampai 5 SD!" ceritanya bangga.
Farida bukan satu-satunya. Banyak orang tua di Desa Bagan Percut kini berlomba menitipkan anak mereka di sini. "Kalau tidak ada Rumah Edukasi, anak-anak di sini mungkin hanya akan jadi nelayan buta huruf seperti generasi sebelumnya," ucapnya.
Ke depan, Fitri dan tim punya mimpi besar, di hari pendidikan nasional (Hardiknas) ini tepatnya, dengan penuh tekad ia ingin membuat anak-anak pesisir tidak hanya melek huruf, tetapi juga berani bermimpi lebih tinggi.
"Kami ingin ada ruang kreatif di mana mereka bisa belajar keterampilan lain, seperti menulis cerita atau membuat kerajinan tangan," ujar Fitri.
Di tengah deburan ombak dan terik matahari, Rumah Edukasi Anak Pesisir tetap berdiri tegak sebagai bukti bahwa pendidikan bisa lahir dari mana saja, bahkan dari atas perahu kayu yang sederhana.
(cr26/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Santriwati Laporkan Kiai, Dicabuli 25 Kali dengan Dalih Nikah Batin, Pelaku Kirim Chat tak Senonoh |
|
|---|
| Bupati Pakpak Bharat Franc Bernhard Tumanggor Tinjau 4 Jembatan Rambingan di Sitellu Tali Urang Jehe |
|
|---|
| Kamaruddin Simanjuntak Sakit Apa? Pakai Alat Bantu Napas Hingga Penampilan Berubah Drastis |
|
|---|
| Prabowo Sasar Harta Koruptor yang Disimpan Istri Muda, Tegaskan Bakal Disita, Ada Rp39 T tak Bertuan |
|
|---|
| Tanggapan BGN Setelah Ratusan Siswa dari 12 Sekolah Keracunan MBG di Surabaya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Puluhan-anak-nelayan-di-pesisir-Percut-Seituan-tengah-mengikuti-belajar-berhitung.jpg)