TRIBUN WIKI

Mengenal Hujan Meteor Eta Aquarids yang Bisa Diamati dari Langit Indonesia

Hujan meteor Eta Aquarids adalah fenomena langit tahunan yang terjadi ketika Bumi melintasi jalur puing-puing debu dari Komet Halley (1P/Halley).

Editor: Array A Argus
Pinterest/Scaut brown
HUJAN METEOR- Ilustrasi fenomena alam hujan meteor Eta Aquarids yang dapat disaksikan dengan mata telanjang di Indonesia. 

TRIBUN-MEDAN.COM,- Para peneliti dan masyarakat di Indonesia ramai membahas tentang fenomena alam hujan meteor Eta Aquarids.

Menurut American Meteor Society, fenomena alam tahunan ini berlangsung sejak 15 April 2025 hingga 27 Mei 2025 mendatang.  

Di Indonesia, ternyata masyarakat bisa menyaksikannya dengan mata telanjang.

Baca juga: Mengenal Internet 10G yang Baru Saja Diluncurkan China, Ini Keunggulannya

ilustrasi fenomena alam hujan meteor
FENOMENA ALAM- Ilustrasi fenomena alam hujan meteor yang sangat jarang terjadi di Indonesia. Namun pada Mei 2025, Anda bisa menyaksikan fenomena alam hujan meteor Eta Aquarids pukul 01.30 hingga 02.00.

Namun, ada waktu tertentu untuk bisa melihat hujan meteor ini.

Anda pun tidak perlu menggunakan teropong atau teleskop untuk melihat hujan meteor Eta Aquarids ini.

Lantas, apa sih hujan meteor Eta Aquirads ini?

Hujan Meteor Eta Aquirads

Hujan meteor Eta Aquarids adalah fenomena langit tahunan yang terjadi ketika Bumi melintasi jalur puing-puing debu dari Komet Halley (1P/Halley), sehingga meteoroid memasuki atmosfer dan terbakar membentuk jejak cahaya di langit. 

Baca juga: Mengenal Pohon Matoa, Tanaman Tropis yang Menghasilkan Buah Memiliki Daging Seperti Leci

Nama "Eta Aquarids" berasal dari titik radian hujan meteor ini yang berada di dekat bintang Eta Aquarii di rasi Aquarius, meskipun meteor bisa muncul dari berbagai arah langit.

Dikutip dari Kompas.com, puncak dari hujan meteor Eta Aquarids sendiri akan terjadi pada tanggal 4-6 Mei 2025.

Di Indonesia, fenomena alam ini memang bisa disaksikan dengan mata telanjang.

Pada puncaknya, fenomena alam ini bisa terlihat sekitar 30 meteor per jam dengan kecepatan sangat tinggi, sekitar 66 km/detik.

Baca juga: Mengenal Lanud Manuhua di Biak, Papua Hingga Isu Rusia Siagakan Pesawat Tempur dan Pangkalan Militer

Bila Anda ingin menyaksikannya, maka Anda bisa bangun pada dini hari sebelum fajar, sekira pukul 01.30 hingga pukul 02.00 sampai menjelang subuh.

"Bisa. Teramati di ufuk timur mulai pukul 01.30 dini hari sampai shubuh," kata Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika BRIN, Thomas Djamaluddin, dikutip dari Kompas.com, Senin (5/5/2025).

Agar bisa menyaksikan hujan meteor Eta Aquarids dengan jelas, berikut syaratnya:

  • Memilih lokasi yang jauh dari polusi cahaya, matikan lampu di sekitar pengamat
  • Langit dalam keadaan cuaca cerah
  • Medan pandang ke arah timur tidak terhalang pohon atau bangunan.

American Meteor Society memperkirakan ada sekitar 10-15 bintang jatuh setiap jam yang bisa diamati selama hujan meteor ini.

Namun ketika memasuki puncaknya, sekitar 50 bintang jatuh per jam bisa teramati dari Bumi. (tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan 

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved