Breaking News

Medan Terkini

Kisah Nia Tobing dari Guru Musik hingga Finalis Indonesian Idol, Kini Mengukir Mimpi di Tanah Batak

Nama Nia Tobing mungkin mulai dikenal publik setelah ia melangkah ke panggung Indonesian Idol 2021 atau season 10. 

TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
SMART WOMEN: Nia Permata Sari Tobing. Finalis Indonesian Idol ini merupakan seorang pendidik, lulusan Universitas Negeri Medan dengan fokus utama pada bidang musik instrumental, khususnya piano.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Nama Nia Tobing mulai dikenal publik setelah ia melangkah ke panggung Indonesian Idol 2021 atau season 10. 

Namun, jauh sebelum itu, perempuan bernama lengkap Nia Permata Sari Tobing ini sebenarnya adalah seorang pendidik, lulusan Universitas Negeri Medan dengan fokus utama pada bidang musik instrumental, khususnya piano. 

Perjalanannya dari seorang pengajar musik hingga menjadi finalis kompetisi menyanyi ternama, serta produser musik independen, adalah cerita tentang passion, tekad, dan kecintaan pada akar budaya.  

Lahir di Tarutung pada 16 Februari 1996, Nia tumbuh dalam lingkungan yang kental dengan musik, terutama tradisi Batak. 

Meski sejak kecil ia akrab dengan piano, Nia memilih jalur formal di dunia pendidikan musik.

"Saya lulusan musik sebagai tenaga mengajar, bukan fokus di vokal. Dulu selalu fokus di piano saja," ujarnya.  

Setelah lulus, Nia sempat mengajar di sekolah, tetapi ia merasa ada yang kurang.

"Saya tidak mendapatkan ruh yang tepat saat mengajar di sekolah," akunya. 

Kegelisahan itu membawanya pada keputusan untuk mencoba sesuatu yang baru, mengcover lagu-lagu Batak dan mengunggahnya ke YouTube.  

Tahun 2021 menjadi titik balik ketika Nia memberanikan diri mengikuti Indonesian Idol.

Dengan suara khas dan keberanian membawakan lagu-lagu bernuansa tradisional, Nia berhasil menarik perhatian juri. 

Meski tidak sampai lolos ke babak spektakuler, perjalanannya di Indonesian Idol memberinya banyak pelajaran berharga.

"Pengalaman di Indonesian Idol membuka wawasan saya tentang industri musik dan pentingnya media sosial," ujarnya. 

Ia pun semakin termotivasi untuk mengembangkan karir musiknya, tidak hanya sebagai penyanyi cover, tetapi juga sebagai pencipta lagu.

Kini, meski tak lagi berada di panggung Indonesian Idol, nama Nia Tobing terus berkibar melalui karya-karyanya, terutama di dunia musik digital dan industri lokal Sumatera Utara.

"Pernah ikut Indonesian Idol, saya merasa jadi memperoleh insight yang lebih banyak di sosial media," katanya.  

Pengalaman itu membuka matanya pada peluang baru. Nia mulai serius membangun kehadiran digitalnya, tidak hanya di YouTube tetapi juga di TikTok. Ia tak hanya menyanyikan lagu Batak, tetapi juga lagu daerah lain seperti Aceh, yang mendapat respons positif dari netizen.  

Kembali ke Kampung Halaman, Membangun Studio dan Produksi Musik

Berbekal pengalaman di Indonesian Idol dan popularitas di media sosial, Nia memutuskan kembali ke Tarutung untuk mengembangkan musik di tanah kelahirannya. 

"Di sini peminat musik banyak, loh. Saya sekarang sudah membuka studio musik sendiri juga," ujarnya bersemangat.  

Antusiasme masyarakat Tarutung terhadap musik ternyata tinggi. Dengan minimnya pegiat musik di daerah, Nia merasa terpacu untuk menciptakan wadah bagi anak muda. 

"Banyak orang yang aku kenal, mereka jago tapi tidak menunjukkan bakatnya di mana pun, bahkan di sosmed," ungkapnya.  

Selain mengajar les privat, Nia kini juga serius menekuni produksi musik. Enam bulan terakhir, ia mengikuti kelas formal untuk memperdalam ilmu produksi. Hasilnya, beberapa lagu Batak karyanya telah tercipta. 

"Ke depan, saya punya target untuk lagu nasional karena saya berniat mengembangkan musik melalui karya saya," jelasnya.  
  
Nia berharap agar di Sumatera Utara lebih banyak kegiatan musik yang bisa menjadi wadah bagi anak muda. "Masih banyak bakat-bakat terpendam yang belum terlihat," katanya. 

Ia ingin menginspirasi generasi muda untuk berani mengekspresikan diri, sekaligus melestarikan kekayaan musik daerah.  

Dari seorang guru piano, finalis Indonesian Idol, hingga produser musik, Nia Tobing membuktikan bahwa passion dan kerja keras bisa membawa siapa pun meraih mimpi bahkan jika dimulai dari kota kecil seperti Tarutung.  

Profil Singkat

Nama Lengkap : Nia Permata Sari Tobing  
Nama Panggilan : Nia Tobing  
TTL : Tarutung, 16 Februari 1996  
Pendidikan:  
  - SMA SWT HKBP 2 Tarutung  
  - Universitas Negeri Medan  
Orang Tua.:  
  - Ayah: Sahat Tobing (alm.)  
  - Ibu: Risma Lenny Nababan  
Hobi : Main musik  
Prestasi/Karier :  
  - Finalis Indonesian Idol 2021
  - Pengajar musik & pemilik studio musik  
  - Produser musik independen 

(cr26/tribun-medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved