Sumut Terkini

Setelah Serukan Tutup TPL, Ephorus HKBP Sampaikan Komunikasinya dengan Dua Tokoh Batak Toba

Sebagai bahan baku perusahaan ini, lahan konsensi menjadi areal penanaman kayu eukaliptus.

Penulis: Maurits Pardosi | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/MAURITS PARDOSI
Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan. 

TRIBUN-MEDAN.com, BALIGE - Teranyar, Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan serukan tutup TPL, perusahaan pulp yang ada di Kabupaten Toba.

Sebagai bahan baku perusahaan ini, lahan konsensi menjadi areal penanaman kayu eukaliptus.

Selama ini terjadi konflik antara masyarakat dengan TPL karena lahan yang digunakan oleh perusahaan sebagian lahan masyarakat adat. Selain itu, berbagai bencana alam disebut akibat ulah TPL yang merusak alam.

Dengan berbagai alasan, akhirnya Ephorus HKBP serukan agar PT TPL segera tutup.

Selanjutnya, ia juga telah berkomunikasi dengan dua tokoh Batam Toba; Luhut Binsar Panjaitan dan Maruarar Sirait.

"Kalau Amang LBP eksplisit mengatakan ekaliptus merusak, sudah saatnya TPL tutup, sudah 40 tahun beroperasi. Kalau Pak Maruarar tidak eksplisit mengatakan tutup TPL tetapi mendukung kelestarian Tano Batak," ujar Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan, Selasa (13/5/2025).

Di media sosialnya, ia juga tuliskan apa hasil perbincangannya dengan dua tokoh tersebut.

"Di akhir pekan ini kita menerima kabar baik. Dua tokoh Batak yang kita banggakan menelepon saya. Kemarin, Bapak Menteri Maruarar Sirait menelpon, menyambut positif pelestarian alam tano Batak," tulisnya.

"Tadi pagi, Amang Jend.TNI (Purn) Luhut Binsar Pandjaitan juga menelpon, mengatakan dua hal yang baik kita kembangkan di Tano Batak: (1) Pertanian, tanaman muda dan tanaman keras berbuah. [Artinya, bukan ekaliptus]. (2) Danau Toba yang terawat baik," sambungnya.

"Dengan demikian di samping danau memang harus terawat baik, turis mancanegara pun akan berdatangan. Kalau turis mancanegara berdatangan, perekonomian Tano Batak secara khusus akan lebih baik. Bapak LBP mengundang saya ke Taman Sains Teknologi Herbal dan Holtikultura (TSTH2) di Pollung," lanjutnya.

"Beliau berdua ada di antara yang sangat tepat menerjemahkan dan berusaha mewujudkan Asta Cita yang dicanangkan Bapak Presiden Prabowo Subyanto yang 2 dari Asta (delapan) Cita itu," sambungnya.

"Salah satunya adalah 'ekonomi hijau'. Ekonomi hijau adalah sistem ekonomi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan manusia sambil menjaga atau meningkatkan kualitas lingkungan dan sumber daya alam," tuturnya.

"Menekankan pentingnya menjaga harmoni antara lingkungan dan budaya," lanjutnya.

Sebelumnya, Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan telah serukan tutup TPL.

Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan melalui akun media sosialnya meminta agar PT TPL ditutup. Ungkapan yang ia tuliskan memuat beberapa hal.

Halaman
12
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved