Berita Medan

Polisi Diduga Tipu Pedagang Modus Bisa Luluskan ke Bintara Polri Disidang Kode Etik Hari ini

Dalam kasus ini, Aiptu Amori diduga menipu seorang pedagang daging babi bernama Utema Zega hingga merugi Rp 600 juta.

Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/FREDY SANTOSO
Suasana gedung Bid Propam Polda Sumut dijepret beberapa waktu lalu. Seorang personel Polisi bernama Aiptu Amori Bate'e dikurung buntut dugaan penipuan modus bisa meluluskan menjadi calon siswa Bintara Polri. 

TRIBUN-MEDAN.com,MEDAN- Bidang Profesi dan Pengamanan (Bid Propam) Polda Sumut menggelar sidang komisi kode etik profesi (KKEP) terhadap Aiptu Amori Bate'e, terduga penipuan modus meluluskan menjadi anggota Polri.

Dalam kasus ini, Aiptu Amori diduga menipu seorang pedagang daging babi bernama Utema Zega hingga merugi Rp 600 juta.

Kasubbid Penmas Polda Sumut AKBP Siti Rohani Tampubolon mengatakan, sidang masih berlangsung.

Hari ini baru agenda pemeriksaan saksi-saksi yang diduga mengetahui.

"Masih bersidang agenda pemeriksaan saksi-saksi,"kata AKBP Siti, Kamis (10/7/2025).

AKBP Siti menerangkan, usai sidang agenda pemeriksaan, besok akan sidang putusan.

"Untuk putusan besok."

Sebelumnya, seorang pedagang daging babi di salah satu Kota Medan bernama Utema Zega diduga menjadi korban penipuan modus bisa meluluskan menjadi calon siswa Casis Bintara Polri.

Terduga pelakunya ialah personel Polisi bernama Aiptu Amori Bate'e.

Utema telah membuat 2 laporan, yaitu di Bid Propam Polda Sumut dan dugaan pidananya ke SPKT Polda Sumut.

Dugaan penipuan modus bisa meluluskan menjadi calon siswa Casis Bintara Polri bermula pada Agustus tahun 2023 lalu, saat korban Utema Zega ketemu dengan Amori Bate'e.

Aiptu Amori Bate'e diduga sempat membahas agar anak Utema berinisial SO (19) dilatih kondisi fisiknya supaya lulus menjadi personel Polisi.

Tak lama kemudian, Amori bilang anak korban tak bisa masuk Casis Bintara Polri melalui jalur reguler karena ada tanda lahir di dada sebelah kiri, dan ia menawarkan ke jalur kuota khusus.

Bukan gratis, melainkan Utema harus membayar uang sebesar Rp 600 juta supaya anaknya mendapat kuota khusus.

Mendengar hal itu, Utema tidak langsung mengiyakan. Ia bilang ke Amori harus konsultasi dahulu dengan istri dan keluarga yang lainnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved