Berita Medan
Polisi Diduga Tipu Pedagang Modus Bisa Luluskan ke Bintara Polri Disidang Kode Etik Hari ini
Dalam kasus ini, Aiptu Amori diduga menipu seorang pedagang daging babi bernama Utema Zega hingga merugi Rp 600 juta.
Penulis: Fredy Santoso | Editor: Ayu Prasandi
Lalu Utema menurutinya dan mentransfer uang ke rekening bank BRI diduga atas nama istri Aiptu Amori bernama Kristin Muliany Zebua M.PD.
Setelah uang ditransfer, Aiptu Amori meyakinkan Utema kalau nomor pendaftaran anaknya untuk menjadi Bintara Polri aman.
"Tenang, pak. Sudah dijamin anak kita menang,"tirunya mengulang ucapan personel Polisi.
Tak lama kemudian muncul hasil pemeriksaan kesehatan atau Rikkes 1, dan anaknya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS).
Kemudian Aiptu Amori disebut berusaha menenangkan mereka, dan bilang memang begitu, kalau masuk Bintara Polri melalui kuota khusus.
"Katanya, tenang pak, gak sama reguler dengan kuota khusus."
Pada bulan Juli 2024, saat pengumuman nama-nama calon siswa (Casis) yang lulus dan akan diberangkatkan pendidikan ke SPN Hinai, Langkat pada pemantauan akhir (Pantukhir) ternyata nama anak korban tidak tercantum.
Kemudian ketika ditanya ke Aiptu Amori, menjawab hal yang sama, ada perbedaan antara masuk melalui jalur reguler dengan kuota khusus.
Katanya, anak Utema akan berangkat sepekan kemudian, setelah casis jalur reguler mengikuti pendidikan di sekolah polisi negara (SPN) Polda Sumut.
Mendengar hal itu, Utema dan istrinya kembali mempercayai ucapan Aiptu Amori.
Sepekan kemudian, Utema kembali menanyakan kepada Aiptu Amori kapan anaknya akan diberangkatkan seperti yang dijanjikan sebelumnya.
Kemudian, Aiptu Amori membawa anak Utema berinisial SO (18) ke sebuah toko perlengkapan calon Polisi untuk membeli berbagai jenis pakaian untuk persiapan diberangkatkan ke sekolah polisi negara (SPN).
Selain itu, Aiptu Amori Bate'e juga meminta agar SO (18) dibelikan handphone baru.
Kemudian, SO disuruh pangkas botak dengan dalih akan segera ikut pendidikan menyusul rekannya.
Disini total belanjaan pakaian dan handphone diminta ke Utema sebesar Rp 8 juta.
2 Siswa SD Santo Nicholas Medan Raih Emas Olimpiade Matematika Internasional, Diapresiasi Wali Kota |
![]() |
---|
1.000 Mahasiswa UNPRI Ikuti Kuliah Umum Ketua Mahkamah Agung RI |
![]() |
---|
ASB Rilis Buku Advokasi HKSR, Suara Remaja Soal Hak Kesehatan Reproduksi |
![]() |
---|
Trend Baru Nongkrong Sehat, Wali Kota Nikmati UMKM Jamu Rempah-rempah Kekinian |
![]() |
---|
Brankas Berisi Uang Milik Toko Roti di Medan Amplas Dicuri Maling, 1 Pelaku Ditangkap, 2 Buron |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.