Sumut Terkini
Perobohan Diskotek Marcopolo yang Sudah Rata dengan Tanah, Paving Block Pun Dibongkar
Diskotek Marcopolo dan Kantor DPD GRIB Sumut yang dirobohkan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemkab Deliserdang, sudah rata dengan tanah.
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Tria Rizki
Bukan hanya itu, seluruh area yang dipagar hingga pavling blok Marcopolo akan dihancurkan.
"Begitu juga dengan pagar kelilingnya akan kita bongkar, pavling bloknya akan kita copot dan saya sudah minta tolong sama bupati Deliserdang," jelasnya.
Dikatakannya, lahan Marcopolo yang dirobohkan tersebut akan dijadikan tempat latihan untuk pihak Polda atau Kodam.
"Rencana akan kita gunakan lahan itu dan ke depan akan kita minta dari Kodam atau Polda untuk dijadikan tempat latihan," jelasnya.
Hanya saja, kata Bobby, pihaknya akan mengatur izinnya terlebih dahulu, agar area tersebut bisa dijadikan tempat latihan.
"Lahannya Tidak bisa kita pakai langsung kalau tanpa izin sama saja dengan mereka. Tapi kalau PTPN mengizinkan kita gunakan sebagai tempat latihan. Karena lahan itu milik PTPN," jelasnya.
Disinggung kenapa area Marcopolo itu baru dirobohkan, Bobby tak menjawab banyak.
"Karena saya baru menjabat sebagai gubernur," jelasnya sambil tertawa santai.
Diketahui perobohan Diskotek Marcopolo dan Kantor DPD GRIB Sumut, dipimpin langsung oleh Gubernur Sumamatera Utara, Bobby Nasution bersama tim gabungan TNI-Polri, dan forkopimda Kabupaten Deliserdang.
Tak hanya Bobby, Kapolda Sumut, Irjen Pol Whisnu Hermawan dan Pangdam I/BB Mayjen Rio Firdianto, terlihat sibuk mengawal orang nomor satu di Sumatera Utara tersebut.
Amatan wartawan, Bobby langsung memerintahkan dua alat berat untuk segara merobohkan bangunan yang disebut-sebut sebagai tempat peredaran narkoba.
Di tengah perobohan berlangsung, kondisi disekitar lokasi bangunan sempat memanas.
Sejumlah anggota ormas DPD GRIB Sumut sempat melemparkan batu ke arah Bobby Nasution.
Alhasil anggota ormas dipukul mundur oleh pasukan Brimob.
Tampak sejumlah anggota ormas kocar kacir lari hingga memanjat dinding untuk melarikan diri.
| Dari Bisnis Kavling ke Penjara, Ustad Roni Paslani Jalani Sidang Kasus Dugaan Pemalsuan Tanah |
|
|---|
| Tersisa 7 Hari Lagi, Kompol Dedy Kurniawan Belum Kirim Nota Banding Pemecatan Dirinya |
|
|---|
| 49 Batang Kayu Berukuran Besar Ditemukan di Perkebunan Warga di Asahan |
|
|---|
| Warga Paluta Lapor Propam Polda, Sekuriti Kebun Jadi Tersangka Usai Tangkap Terduga Pencuri Sawit |
|
|---|
| Pemkab Deli Serdang Perkuat Pasukan Satpol PP, PPPK Paruh Waktu Dialihkan jadi Personil Satpol |
|
|---|