Berita Medan

SAFE Project Tanoto Foundation Sukses Digelar, Libatkan Sekolah hingga Komunitas Lingkungan di Medan

Program transformasional yang diinisiasi oleh para Fellows dari Tanoto Foundation ini lahir sebagai respons nyata atas krisis iklim global.

Tayang:
Editor: Ayu Prasandi
IST
Suasana penutupan SAFE Project di SMA Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo Medan. Melalui program yang digagas Fellows Tanoto Foundation, pelajar diajak menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan yang lebih hijau, adil, dan berkelanjutan. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN– Riuh rendah suara anak-anak muda memenuhi salah satu sudut SMA Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo Medan, Jumat (29/5/2026).

Di balik keriuhan itu, ada sebuah misi besar yang sedang dirayakan: masa depan bumi yang lebih hijau, adil, dan inklusif.

Hari itu menjadi saksi bisu digelarnya acara puncak sekaligus penutupan Student Action for Environment (SAFE) Project bertajuk "Showcasing Praktik Baik SAFE Project Lintas Pihak".

Program transformasional yang diinisiasi oleh para Fellows dari Tanoto Foundation ini lahir sebagai respons nyata atas krisis iklim global yang kian mencemaskan.

Bedanya, gerakan ini tidak dimulai dari podium-podium besar, melainkan dari akar rumput sekolah, menyasar anak-anak dan pemuda perempuan di Kota Medan lewat pendekatan yang responsif gender.

Sinergi Pentahelix di Ruang Kelas

Pendidikan lingkungan kerap kali hanya berakhir di lembar buku teks. Namun, di forum komosal SAFE Project, wajah pendidikan itu berubah menjadi pameran karya siswa yang penuh warna dan diskusi interaktif.

Lebih dari 20 sekolah dan komunitas lingkungan di Kota Medan berkumpul, duduk bersama dalam sebuah diskusi pentahelix yang hangat.

Keterlibatan lintas sektor pun terlihat nyata. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sumut yang hadir dalam sesi talkshow Rebayat Jelita Nainggolan menyatakan pintu mereka selalu terbuka untuk membawa program DLHK Goes to School langsung ke sekolah-sekolah yang membutuhkan.

Komitmen itu tidak sebatas retorika; sebuah Plastic Dropbox bantuan dari DLHK Sumut diserahkan langsung kepada pihak SMA Swasta Dr. Wahidin Sudirohusodo sebagai fasilitas nyata pemilahan sampah.

Dukungan swasta juga mengalir dari PT Roda Hijau yang menekankan pentingnya keselarasan antara infrastruktur, regulasi, dan keaktifan generasi muda.

Sementara dari sisi komunitas, SOS Children’s Village Medan membawa perspektif pentingnya edukasi parenting PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dalam memilah sampah dari rumah, diperkuat oleh Forum Anak yang siap mengadvokasi kebijakan lingkungan yang lebih ramah anak.

Angka dan Cerita: Mengubah Perilaku lewat Praktik

Salah satu sesi yang paling dinanti adalah pemaparan Learning Paper, sebuah hasil riset komprehensif selama proyek ini berjalan.

Stephanie Dinda Iskandar, salah satu Tanoto Fellow, memaparkan data yang menggembirakan.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved