Berita Medan
SAFE Project Tanoto Foundation Sukses Digelar, Libatkan Sekolah hingga Komunitas Lingkungan di Medan
Program transformasional yang diinisiasi oleh para Fellows dari Tanoto Foundation ini lahir sebagai respons nyata atas krisis iklim global.
"Data evaluasi membuktikan adanya daya dongkrak kesadaran dan peningkatan pengetahuan kognitif yang sangat nyata setelah peserta terlibat dalam aktivitas berbasis praktik," ujar Stephanie di hadapan para peserta.
Hal ini diamini oleh rekannya sesama Tanoto Fellow, Arief Rahman Nur Fadhilah. Menurut Arief, tingginya antusiasme anak-anak terhadap konsep edukasi promotif ini adalah modal sosial yang sangat besar.
"Ini modal kita untuk melahirkan school champion baru yang siap menggerakkan peer-to-peer learning secara berkelanjutan di sekolah masing-masing," tambahnya optimistis.
Apresiasi dan Estafet Komitmen
Keberhasilan proyek kolaboratif para Fellows ini menuai decak kagum dari pihak tuan rumah. Dr. Huliman, M.Kom, Kepala Sekolah SMA Dr. Wahidin Sudirohusodo Medan, menegaskan bahwa pendidikan hijau bukan lagi sekadar muatan lokal pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mutlak.
“Melihat dampak nyata proyek ini, kami mengajak sekolah-sekolah lain di Medan untuk mereplikasi apa yang telah sukses dijalankan para Fellows, salah satunya di sekolah kami,” ajaknya penuh semangat.
Apresiasi serupa juga datang dari Regional Lead Tanoto Foundation, Medi Yusva, ia mengaku bangga atas inisiatif mandiri para Fellows yang mampu menggerakkan kemitraan nyata dan memberikan dampak konkrit bagi masa depan pendidikan hijau lokal.
Acara tidak berhenti pada selebrasi. Melalui lokakarya mini dan Focus Group Discussion (FGD) Collaborative Project Development, seluruh undangan ditantang untuk langsung merancang aksi nyata dan memetakan potensi replikasi program di instansi masing-masing.
Hari itu ditutup dengan goresan pena di atas kertas. Sebuah prosesi penandatanganan Berita Acara komitmen bersama dilakukan oleh seluruh peserta, komunitas, hingga narasumber talkshow.
Lembaran komitmen ini menjadi jaminan bahwa akses dan kerja sama untuk proyek-proyek keberlanjutan di masa depan akan tetap terbuka lebar.
Dari Medan, sebuah pesan kuat telah dikirimkan: bahwa gerakan aktivisme lingkungan yang responsif gender, inklusif, dan berkelanjutan di tingkat pelajar bukan lagi sebuah mimpi di awang-awang, melainkan sebuah aksi nyata yang sudah dimulai dari sekarang.
(*/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
| Aniaya Wanita Hamil Saat Tawuran, Abang Adik Langsung Dijemput Satreskrim Polrestabes Medan |
|
|---|
| Divonis Bebas, Mantan Kepala BPN Sumut Bersyukur dan Apresiasi Putusan Hakim PN Medan |
|
|---|
| Pohon Tumbang di Depan Pemko dan DPRD Medan, Arus Lalu Lintas Terganggu |
|
|---|
| 4 Terdakwa Korupsi Penjualan Aset PTPN Menangis Usai Divonis Bebas Hakim |
|
|---|
| Hakim Vonis Bebas Empat Terdakwa Korupsi Penjualan Lahan PTPN ke Ciputra Land |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-penutupan-SAFE-Project-di-SMA-Swasta-Dr-Wahidin-Sudirohusodo.jpg)