Indri Siregar Dibegal Enam Orang di Flyover Brayan

Seorang perempuan paruh baya menjadi korban aksi pembegalan di flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Minggu (7/6) pagi.

Tayang:
TRIBUN MEDAN/ISTIMEWA
DIBEGAL DI FLYOVER - Rekaman video wanita paruh baya yang menjadi korban begal di flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Minggu (7/6/2026) pagi. Dari pengakuannya, wanita paruh baya ini dibegal oleh enam orang yang menggunakan dua sepeda motor. 

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Seorang perempuan paruh baya menjadi korban aksi pembegalan di flyover Brayan, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan, Minggu (7/6) pagi. Informasi yang didapat, korban bernama Indri br Siregar (31) ini semula berangkat dari kediamannya dan hendak menuju ke Lapas Tanjung Gusta. 

Namun, saat di perjalanan ketika ia melintasi bagian atas flyover perempuan berusia 31 tahun itu tiba-tiba diberhentikan oleh sejumlah orang. Dari informasi yang didapat, wanita yang mengenakan kacamata itu diberhentikan oleh enam orang yang mengendarai dua sepeda motor. "Dua kereta orang itu, sekitar enam orang," ujar Parida seperti dikutip dari video yang beredar. 

Dari video berdurasi satu menit itu, kejadian yang dialami oleh Indri terjadi sekira pukul 05.30 WIB. Dalam video itu, wanita yang tampak mengenakan jaket berwarna merah muda itu tampak syok dan tak kuasa menahan tangis usai dibegal. "Aku dari arah Krakatau, mau kerja aku. Bawa kayu sama pisau orang itu," ucapnya sambil terisak. 

Perihal kejadian ini, saat dikonfirmasi ke pihak kepolisian, Kapolsek Medan Timur Kompol Agus M Butarbutar membenarkan kejadian ini. Dijelaskan Agus, pasca kejadian itu pihaknya telah menerima laporan dari korban.  "Iya, korban sudah buat laporan," ujar Agus, Senin (8/6). 

Baca juga: Pembinaan Sekolah Ramah Anak, Disdikbud Dorong Terciptanya Lingkungan Aman dan Inklusif

Dijelaskan Agus, sejauh ini pihaknya masih melakukan proses penyelidikan mulai dari mengumpulkan keterangan dari para saksi terutama korban. Dari narasi yang didapat, diduga wanita tersebut (korban) bekerja di Lapas Tanjung Gusta, ketika ditanya perihal hal ini Agus tak memberikan informasi pasti.  "Informasinya begitu (kerja di Tanjung Gusta)," ucapnya. 

Diketahui, akibat kejadian ini, parida mengalami kerugian kehilangan satu unit sepeda motor jenis Honda Vario. Sejauh ini, Polsek Medan Timur masih melakukan pengembangan terkait siapa dalang aksi pembegalan ini. (mns/Tribun-Medan.com)

Sumber: Tribun Medan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved