Seng Ruang Tamu dan Kamar Tercampak, Puluhan Rumah di Deliserdang Rusak akibat Puting Beliung

Warga berharap agar rumah mereka yang rusak bisa dibantu biaya perbaikannya oleh Pemerintah

Tayang:
Penulis: Indra Gunawan | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN MEDAN/Indra Gunawan
PUTING BELIUNG : Surya warga yang jadi korban angin puting beliung berdialog dengan Kades Perbarakan, Kariman di rumahnya yang sudah rusak, Selasa (31/3/2026). Total ada 30 an unit rumah di desa ini yang rusak akibat diterpa angin puting beliung. (Foto : Indra Gunawan Sipahutar). 

Berdasarkan prediksi BMKG, banjir rob diprakirakan terjadi pada pukul 13.00 hingga 16.00 WIB dengan ketinggian air laut maksimal mencapai 2,6 meter yang diukur dari titik surut terendah.

Nur menjelaskan bahwa fenomena ini disebabkan oleh aktivitas pasang air laut serta faktor alam lainnya yang berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari masyarakat pesisir.

"Banjir rob ini terjadi disebabkan aktivitas pasang air laut dan fenomena alam lainnya yang tentu berdampak terhadap aktivitas sehari-hari masyarakat," jelasnya.

Selain berdampak pada pemukiman warga, BMKG juga memprakirakan banjir rob berpotensi mengganggu kelancaran transportasi serta aktivitas bongkar muat di sekitar Pelabuhan Belawan.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dalam mengantisipasi dampak banjir rob, serta terus memantau informasi terkini dari kanal resmi BMKG.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan siaga dalam mengantisipasi banjir rob ini, serta juga senantiasa melihat informasi terbaru dari BMKG," pungkasnya.

 

 

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved