BBM Langka, Bos Bus Trayek Kabanjahe-Medan Kurangi Armada, Ongkos Tetap
Salah satu dampak yang ditimbulkan, para direksi bus saat ini membuat kebijakan dengan mengurangi jumlah bus yang melayani penumpang.
Penulis: Muhammad Nasrul | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, KABANJAHE - Sulitnya pendistribusian Bahan Bakar Minyak (BBM) ke sejumlah SPBU di Sumatra Utara khusunya Kabupaten Karo, masih dirasakan oleh masyarakat. Salah satunya, para penyedia jasa angkutan seperti bus yang melayani trayek dari Kabanjahe menuju Kota Medan.
Amatan Tribun Medan, secara umum kondisi di Terminal Kabanjahe yang terletak di Jalan Veteran, Kabanjahe, masih berjalan normal. Namun, berdasarkan informasi yang didapat, akibat sulitnya pendistribusian BBM sudah mulai berdampak pada aktivitas pelayanan bus di sana.
Salah satu dampak yang ditimbulkan, para direksi bus saat ini membuat kebijakan dengan mengurangi jumlah bus yang melayani penumpang. Seperti yang diungkapkan oleh karyawan PT Almasar, Maju Barus, yang menjelaskan jika biasanya saat BBM sedang normal pihaknya bisa mengerahkan bus sekitar 35 unit.
"Kalau sekarang yang dikurangi lah karena kan susah cari minyak. Kalau biasa kita jalan sampai 35 unit, tapi kalau sekarang paling 30 unit yang jalan," ujar Maju, Selasa (2/12/2025).
Baca juga: Penyedia Jasa Angkutan Trayek Karo-Langkat Minta Pemerintah Maksimalkan Akses Jalan
Ia mengaku, hampir seluruh masyarakat Kabupaten Karo khusunya penyedia jasa angkutan kesulitan mencari BBM selama lima hari terakhir. Namun, meski pun hingga saat ini masih sulit mencari BBM pihaknya tidak menaikkan tarif ongkos angkutan.
"Kalau harga tiket sampai sekarang belum ada. Masih Rp 30 ribu tiket kita dari Kabanjahe ke Medan," ucapnya.
Untuk mengantisipasi BBM cukup untuk di perjalanan, ia menjelaskan, pihak direksi telah menyebarkan arahan kepada para sopir untuk mengisi BBM full tank setiap pengisian. Dengan demikian, BBM akan tercukupi untuk perjalanan dua trip.
"Ya dari direksi sudah begitu arahannya, supaya enggak bolak balik ngisi, jadi sekali ngisi langsung full. Itu sudah bisa bolak balek Medan Kabanjahe dua kali," ungkapnya.
Di tempat serupa, mandor bus Murni Daud Tarigan mengungkapkan hal yang tak jauh berbeda. Pada masa sulitnya mencari BBM ini, pihaknya juga harus mengurangi jumlah armada yang melayani penumpang.
"Biasa bus kita bisa jalan 30 satu hari, tapi kalau sekarang paling 20 sampai 26 unit lah," ujar Daud.
Ditanya perihal tarif ongkos, ia mengaku tak berani menaikkan ongkos. Sampai sekarang, ongkos Bus Murni dari Kabanjahe menuju ke Kota Medan masih di angka Rp 20 ribu.
Diketahui, para pengemudi melakukan pengisian BBM di sejumlah SPBU yang sudah tersedia, hanya saja pembeliannya masih dibatasi.
"Di Medan lah yang agak lumayan Bang, tapi dibatasi maksimal Rp 350 ribu belinya," ucapnya.
Lebih lanjut, akibat dari cuaca buruk yang terjadi belakangan ini kedua mandor bus tersebut mengaku juga berdampak pada jumlah penumpang. Sepekan terakhir, penurunan penumpang tercatat mencapai lebih dari 40 persen.
| Antrean di SPBU Masih Mengular, Disperindag Karo Minta Tambah Pasokan BBM |
|
|---|
| Okupansi Hotel di Karo Menurun Drastis, Dipicu Bencana dan BBM Langka |
|
|---|
| Direksi Bus Trayek Kabanjahe-Medan Terpaksa Kurangi Armada Dampak Sulitnya Pendistribusian BBM |
|
|---|
| Distribusi Terhambat, Warga Siantar Mengeluh Kelangkaan BBM dan LPG |
|
|---|
| Dampak Jalur Medan-Berastagi Terputus, Armada Trayek Kabanjahe-Medan Terpaksa Putar Arah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Suasana-aktivitas-di-Terminal-Kabanjahe-yang-tampak-normal-meskipun-masa-sulit.jpg)