Kesehatan

Super Flu, Apakah Sama dengan Influenza A? Begini Penjelasan Ahli

Super Flu merujuk pada varian Influenza A (H3N2) subclade K, mutasi terbaru yang sangat menular dengan gejala lebih berat.

Tayang:
Editor: Array A Argus
Pinterest/vipflash.de
SUPER FLU- Saat ini di Amerika Serikat tengah melonjak kasus Super Flu. Super Flu merujuk pada varian Influenza A (H3N2) subclade K, mutasi terbaru yang sangat menular dan menyebabkan lonjakan kasus flu lebih cepat serta berat dari biasanya. 

Pakar seperti Amesh Adalja (Johns Hopkins) dan Thomas Russo (Univ. Buffalo) tekankan vaksinasi prioritas, sementara Nicola Lewis (World Influenza Centre) bilang evolusi virus normal tapi waspadai lonjakan lokal.

Baca juga: Mengenal Apa Itu Pengadilan Arbitrase Olahraga, Tempat Federasi Senam Israel Ajukan Gugatan

Cara Kompres Demam yang Benar
Cara Kompres Demam yang Benar (Shutterstock/Petrovich Nataliya)

Gejala Super Flu

Baik pakar di Indonesia maupun Amerika Serikat menekankan bahwa gejala super flu umumnya mirip dengan influenza A pada umumnya, namun sering kali terasa lebih berat dan muncul secara mendadak.

Menurut Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, dr. Nastiti Kaswandani, gejala yang kerap muncul meliputi:

- Demam tinggi

- Kelelahan berat

- Nyeri otot atau myalgia

- Menggigil

- Pilek atau hidung tersumbat

- Nyeri tenggorokan

Baca juga: Apa Itu Bakery Gluten Free yang Lagi Viral, Begini Penjelasan Dokter Soal Alergi

Sementara itu, ahli virologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Andrew Pekosz, Ph.D. menjelaskan, strain H3N2 memang dikenal lebih berat, terutama pada anak-anak dan lansia.

“H3N2 umumnya dianggap lebih parah di semua kelompok usia, terutama pada lansia dan anak-anak kecil. Ketika kami melihat aktivitas H3N2 di tahap awal, ini sangat mengkhawatirkan,” ujar Pekosz, disadur dari TODAY.

Ia menambahkan, gejala flu akibat mutasi H3N2 subklade K dapat terasa sangat intens. Gejalanya seolah-olah menggambarkan kelelahan ekstrem dan hal ini sering dialami pasien

“Gejalanya muncul tiba-tiba dan rasanya seperti ditabrak truk,” katanya.

Baca juga: Kandungan Etanol BBM Pertamina Jadi Sorotan, Lalu Apa Itu Etanol?

Gejala lain yang juga banyak dikeluhkan meliputi sakit kepala, batuk, hidung berair, hingga panas dingin hebat. Kondisi ini kerap membuat penderitanya tidak mampu beraktivitas selama beberapa hari.

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirologi IDAI, Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subsp Respi(K), menjelaskan pentingnya edukasi kepada orang tua, terutama menjelang dan selama musim liburan, ketika mobilitas dan interaksi meningkat. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved