Virus Nipah
Pengobatan Awal Paparan Virus Nipah yang Mulai Menjangkit Secara Global
Pengobatan infeksi virus Nipah bersifat suportif karena belum ada obat antivirus spesifik yang terbukti efektif secara luas hingga saat ini.
Penulis: Array A Argus | Editor: Array A Argus
Ringkasan Berita:
- Virus Nipah adalah virus zoonosis mematikan yang pertama kali diidentifikasi pada 1998 di Malaysia. Virus ini termasuk dalam genus Henipavirus dari keluarga Paramyxoviridae, dengan kelelawar buah (Pteropus) sebagai reservoir alami
- Penularan utama dari kelelawar buah via cairan tubuh (air liur, urine, darah) atau buah terkontaminasi; babi sebagai inang perantara di wabah awal
- Meski belum ada obatnya, langkah awal yang bisa dilakukan adalah isolasi dan pemantauan ketat
TRIBUN-MEDAN.COM,- Kemunculan virus Nipah mengguncang masyarakat Global.
Pada Januaru 2026, virus Nipah terdeteksi menjangkiti warga di India.
Dari laporan beberapa media menyebutkan, India melaporkan lima kasus terkonfirmasi infeksi virus Nipah pada Januari 2026 di Barasat, Benggala Barat.
Baca juga: Penyebab Super Flu Virus Meningkat, dan Cara Mencegahnya
Dua kasus pertama menimpa perawat (laki-laki dan perempuan) di rumah sakit swasta yang merawat pasien dengan gangguan pernapasan berat; pasien tersebut meninggal sebelum dites.
Tiga kasus lanjutan dikonfirmasi tak lama setelahnya, memicu pelacakan 180 kontak erat dengan beberapa dikarantina.
Otoritas India memberlakukan pengawasan darurat, pelacakan kontak, dan karantina.
Baca juga: Kenali Apa Itu Virus Hanta, Terdeteksi di 4 Provinsi dengan Jumlah 8 Kasus
Negara tetangga seperti Thailand dan Nepal memperketat pengawasan perbatasan untuk mengantisipasi penyebaran virus Nipah ini.
Di Indonesia sendiri, belum ada laporan mengenai penyebaran virus Nipah.
Gejala Virus Nipah
Virus Nipah adalah virus zoonosis mematikan yang pertama kali diidentifikasi pada 1998 di Malaysia.
Virus ini termasuk dalam genus Henipavirus dari keluarga Paramyxoviridae, dengan kelelawar buah (Pteropus) sebagai reservoir alami.
Baca juga: Virus HMPV China Merebak, Kenali Gejala dan Penularannya
Virus Nipah (NiV) menyebabkan infeksi berat yang dapat menyerang sistem saraf pusat dan pernapasan, dengan tingkat kematian 40-75 persen.
Ia menular dari hewan ke manusia, serta antarmanusia melalui kontak erat, dan belum ada vaksin atau obat khusus.
Dilansir dari Alodokter dan Halodoc, gejala virus Nipah muncul setelah masa inkubasi 4-14 hari dan dimulai seperti flu ringan sebelum berpotensi memburuk ke ensefalitis fatal.
Baca juga: Apa itu West Nile? Virus Mematikan yang Kini Landa Israel, 8 Orang Tewas
Gejala Awal (3-14 Hari Pertama)
-
Demam tinggi.
-
Sakit kepala hebat.
-
Nyeri otot (mialgia).
-
Muntah dan sakit tenggorokan.
-
Batuk serta sesak napas (bisa pneumonia).
Gejala Berat (Ensefalitis)
-
Pusing, kantuk berlebih, dan disorientasi.
-
Kejang serta penurunan kesadaran.
-
Koma dalam 24-48 jam, sering berujung kematian.
Beberapa kasus ringan hanya ISPA atau asimptomatik, tapi 40-75 % kasus berat fatal.
Baca juga: Mengenal Virus B di Hongkong yang Bikin Ketar-ketir Banyak Pihak, Diklaim Cukup Mematikan
Cara Mencegah Penularan Virus Nipah
Pencegahan infeksi virus Nipah difokuskan pada menghindari kontak dengan reservoir alami seperti kelelawar buah dan inang perantara seperti babi, serta menjaga higiene ketat.
Langkah Umum
-
Cuci tangan rutin dengan sabun dan air mengalir, terutama setelah menyentuh hewan, buah, atau orang sakit.
-
Hindari kontak langsung dengan kelelawar buah, babi, atau kuda sakit; gunakan APD lengkap jika terpaksa.
-
Kupas dan cuci buah secara menyeluruh; buang buah dengan tanda gigitan kelelawar atau yang jatuh ke tanah.
Keamanan Pangan
-
Jangan konsumsi nira/aren mentah dari pohon; masak hingga matang sebelum diminum.
-
Masak daging ternak hingga matang sempurna; hindari daging hewan sakit.
Pencegahan Antarmanusia
-
Pakai masker, jaga jarak 1-2 meter dari orang sakit, dan terapkan isolasi/karantina pada kasus suspek.
-
Di fasilitas kesehatan, gunakan PPI lengkap (APD, desinfeksi, etika batuk).
Pengobatan Awal
Pengobatan infeksi virus Nipah bersifat suportif karena belum ada obat antivirus spesifik yang terbukti efektif secara luas hingga saat ini.
Meski belum ada obatnya, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh masyarakat ketika terpapat virus Nipah ini.
Baca juga: Heboh Virus Angin di Papua yang Diduga Merupakan Cacar Monyet Menyerang Anak-anak
Terapi Suportif Utama
Langkah awal yang harus dilakukan adalah merawat pasien di ruang isolasi dengan pemantauan ketat untuk menjaga keseimbangan cairan, elektrolit, dan fungsi organ vital melalui rehidrasi intravena.
Obat seperti parasetamol digunakan untuk demam serta nyeri, sementara ventilasi mekanik diberikan pada kasus pneumonia berat atau gagal napas.
Baca juga: Mengenal Virus Toxo Rubella yang Diidap Nita Vior, Simak Bahayanya
Pengobatan kejang dilakukan dengan antikonvulsan jika diperlukan.
Pengobatan Eksperimental
Ribavirin pernah dicoba pada wabah awal di Malaysia tahun 1999, tapi efektivitasnya tidak pasti dan tidak direkomendasikan secara rutin.
Remdesivir menunjukkan hasil menjanjikan pada studi hewan (primata non-manusia) untuk pencegahan dan pengobatan dini, sementara antibodi monoklonal (anti-G dan anti-F) serta favipiravir masih dalam tahap penelitian klinis.
Baca juga: WASPADAI Virus Omicron XBB Sudah Terdeteksi di Indonesia, Berikut Gejalanya
Isolasi dan Follow-up
Kasus suspek atau konfirmasi diisolasi minimal 21 hari dengan tes RT-PCR berulang; pasien sembuh dipantau 2 minggu pasca-keluar RS untuk gejala residu seperti gangguan saraf yang bisa bertahan bertahun-tahun, dengan fisioterapi jika perlu.(ray/tribun-medan.com)
Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News
Ikuti juga informasi lainnya di Facebook, Instagram dan Twitter dan WA Channel
Berita viral lainnya di Tribun Medan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/pengobatan-virus-Nipah.jpg)