Semangat Berbagi, Mengukir Senyum Anak Yatim dengan Belanja Baju Baru
tak hanya baju, anak-anak diajak memilih sendiri berbagai kebutuhan Idul Fitri seperti pakaian baru, perlengkapan salat, hingga alas kaki.
Penulis: Alif Al Qadri Harahap | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, KISARAN - Merayakan Hari Raya Idul Fitri adalah hak semua muslim di dunia, tak terkecuali bagi anak-anak yatim dan piatu.
Meski pun tak dapat lagi berkumpul dengan keluarga, para anak yatim ini juga berkumpul dengan keluarga baru di panti tempat mereka tinggal.
Mimpi bagi setiap anak saat menjelang Idul Fitri, dengan membeli setelan pakaian berlebaran, mulai dari koko hingga kemeja, direalisasikan oleh Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Asahan, dengan menghabiskan dana kurang lebih Rp 20 juta.
Ketua Lazismu Asahan, Hazlansyah Ramelan, mengaku, program ini merupakan program tahunan yang dilakukan oleh Lazismu yang bersumber dari dana infaq sebesar Rp 12,5 juta, dan zakat harta sebesar Rp 7,5 juta.
"Ini merupakan bentuk kepedulian kami kepada anak-anak yatim agar mereka dapat merasakan kebahagiaan yang sama seperti anak-anak lainnya saat menjelang Idul Fitri," kata Ketua Lazismu Kabupaten Asahan, Hazlansyah Ramelan, Sabtu (7/3/2026).
Lanjutnya, tak hanya baju, anak-anak diajak memilih sendiri berbagai kebutuhan Idul Fitri seperti pakaian baru, perlengkapan salat, hingga alas kaki.
Baca juga: Semarakkan Ramadan, Sat Lantas Polres Batubara Gelar Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Yatim
"Ini semua berasal dari penyaluran dana amanah yang diberikan pada Muzaki dan donatur yang dipercayakan kepada kami Lazismu Asahan," katanya.
Katanya, ada 75 anak dari sejumlah panti asuhan di Kabupaten Asahan, sementara ada 41 anak yatim yang berasal dari luar panti asuhan.
"Alhamdulillah, kami juga bekerja sama dengan pelaku usaha Yesko Jaja yang ada di Jalan Cokroaminoto Kisaran. Alhamdulillah beliau memberikan bantuan berupa sepasang sandal untuk setiap anak yang ikut berbelanja," katanya.
Senyum dan haru tampak di wajah anak-anak yang mendapatkan bantuan ini. Seperti Rizki, anak yang masih berusia 11 tahun ini, mengaku sangat sedih dan merasa bahagia bisa kembali merasakan membeli pakaian baru saat lebaran.
Riski tampak tak mampu menahan wajah girangnya, senyum sumringah di wajahnya tak mampu ditutupi setelah mendapatkan setelan koko dan sendal baru.
"Momen ini sangat kami rindukan, saya masih sekolah kelas 6 SD," kata Riski tersenyum sembari matanya berkaca-kaca.
Katanya, tahun lalu ia juga ikut program dari Lazismu ini, dia juga mengaku setiap tahun anak-anak disuruh memilih pakaian kesukaannya dengan bebas.
"Alhamdulillah, saya senang sekali. Senang. Inilah mungkin kado dari Allah karena puasa saya penuh. Dan ini juga doa saya yang selalu meminta agar ada sosok yang menggantikan ibu dan ayah," katanya.
Ia juga mendoakan agar para donatur diberikan kesehatan serta rezeki yang berlimpah karena telah memberikan mimpi bagi anak-anak yatim di Kabupaten Asahan.
| 400 Anak Yatim Diajak Belanja Baju Lebaran, Rico Waas: Semua Rasakan Kebahagiaan Hari Raya |
|
|---|
| Berkah Ramadan, Binjai Mall Ajak Anak Yatim Wisata ke Mal |
|
|---|
| Komunitas GIS Medan Ajak 50 Anak Yatim Belanja Baju Lebaran di Mal |
|
|---|
| BSI Santuni 5.000 Anak Yatim, Serentak di Seluruh Indonesia |
|
|---|
| Kepedulian Kapolres Simalungun: Santuni Anak Yatim dan Duafa, Ajak Lindungi Generasi dari Narkoba |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/BAJU-BARU-ANAK-YATIM.jpg)