Juli Fathiyah, Mengubah Banyak Kemampuan Menjadi Peluang

Sejak kecil, ia sudah terbiasa bekerja keras dan berusaha memenuhi kebutuhannya sendiri.

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Eti Wahyuni
IST
Bagi Juli Fathiyah, perempuan memiliki ruang untuk berkembang di banyak bidang sekaligus selama memiliki kemauan belajar, keberanian mencoba, dan tidak pernah berhenti mengembangkan diri. 

Seiring waktu, Juli mulai dikenal sebagai makeup artist dengan ciri khas pada bagian mata dan alis. Menurutnya, banyak klien berhijab yang membutuhkan tampilan natural tetapi tetap tegas dan elegan pada area tersebut.

Selain terus mengembangkan diri sebagai makeup artist, Juli juga dipercaya menjadi instruktur makeup di Balai Pelatihan Vokasi Kementerian Ketenagakerjaan. Kesempatan tersebut hadir melalui kerja sama yang terjalin antara dunia perbankan dan lembaga pelatihan.

Baginya, pengalaman mengajar memberikan kepuasan tersendiri karena dapat berbagi ilmu yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Saya senang bisa berbagi ilmu. Apalagi kalau ilmu itu bisa membantu orang mendapatkan penghasilan tambahan atau membuka usaha sendiri,” ujarnya.

Menurut Juli, keterampilan paling penting yang harus dimiliki seorang makeup artist pemula bukan hanya kemampuan teknis, tetapi juga mental yang kuat.

“Skill itu wajib. Jangan jadi makeup artist hanya karena ikut-ikutan. Selain skill, mental juga harus siap. Kita tidak mungkin langsung berhasil. Pasti ada kritik, cibiran, dan proses panjang yang harus dilewati,” katanya.

Perjalanan Juli kemudian berkembang ke dunia media sosial. Awalnya, ia menerima berbagai tawaran endorsement dan mulai aktif membuat konten yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari mau pun dunia kecantikan. Seiring waktu, jumlah pengikutnya terus bertambah.

Konten tutorial makeup dan konten yang dekat dengan kehidupan sehari-hari menjadi jenis konten yang paling disukai para pengikutnya.

Meski aktif sebagai influencer, Juli menilai kepercayaan audiens adalah hal yang paling penting.

“Kita harus menjaga integritas. Jangan menipu, jangan melakukan hal-hal yang merugikan orang lain, dan harus memberikan dampak positif. Menjadi influencer bukan hanya soal banyak followers, tetapi bagaimana kita bisa bermanfaat,” ujarnya.

 

Sumber: Tribun Medan
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved