Jalan Tol yang Terendam Banjir dan Longsor Sudah Bisa Dilalui, Pengguna Diimbau Berhati-hati
Meski demikian, pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati karena masih terdapat genangan air dengan ketinggian sekitar 9 cm
Penulis: Muhammad Anil Rasyid | Editor: Eti Wahyuni
TRIBUN-MEDAN.com, STABAT - Setelah dilakukan rekayasa lalu lintas sebagai dampak dari curah hujan tinggi yang menyebabkan banjir di Jalan Tol Binjai-Langsa seksi Kuala Bingai-Tanjung Pura, PT Hutama Karya selaku pengelola menginformasikan bahwa rekayasa lalu lintas telah diakhiri.
Artinya kendaraan yang melintas pada ruas tersebut, sudah bisa dilalui kendaraan.
Meski demikian, pengguna jalan diimbau untuk tetap berhati-hati karena masih terdapat genangan air dengan ketinggian sekitar 9 cm serta penyempitan jalur pada beberapa titik akibat longsor.
"Pengendara diimbau ekstra waspada setelah keluar Gerbang Tol Tanjung Pura mau pun Pangkalan Brandan. Mengingat jalur arteri di sekitar wilayah tersebut masih berpotensi mengalami banjir dan genangan," kata EVP Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Mardiansyah, Selasa (2/12/2025).
Baca juga: Respon Hutama Karya soal Jalan Tol Binjai-Langsa Seksi Kuala Bingai-Tanjung Pura Masih Kebanjiran
Hutama Karya saat ini tengah melakukan penanganan longsor di sejumlah titik, yaitu KM 18+200 Jalur A (arah Binjai ke Stabat), KM 33+350 Jalur A; KM 34+000 Jalur A, KM 36+900 Jalur A (arah Kuala Bingai ke Tanjung Pura) & B (arah Tanjung Pura ke Kuala Bingai), KM 38+400 Jalur A; KM 69+500 Jalur B dan KM 74+400 Jalur A.
"Penanganan gerusan (longsor) dilakukan dengan penimbunan kembali, pemadatan, dan perapihan lereng, pembuatan saluran sementara, serta perkuatan Steel Sheet Pile (SSP), atau batu beronjong sesuai dengan kondisi perbaikan, untuk memastikan stabilitas dan keamanan jalan, khususnya saat curah hujan tinggi," ucap Mardiansyah.
Penanganan genangan banjir dilakukan di KM 53+400 Jalur A dan B, dengan penyempitan jalur untuk pengaturan lalu lintas hanya dibuka lajur cepat sehingga mengurangi beban kendaraan pada lajur lambat dan bahu luar.
Serta perapihan area terdampak agar lajur tetap dapat dilalui dengan aman. Pengguna jalan diimbau untuk mengurangi kecepatan dan mengikuti arahan petugas pada titik ini.
"Petugas operasional Hutama Karya terus disiagakan penuh di lapangan, tidak hanya untuk membantu pengaturan lalu lintas dan pemantauan kondisi genangan. Tetapi juga turut membantu proses evakuasi warga terdampak serta mendistribusikan bantuan di posko banjir yang berada di Rest Area KM 41+000 Jalur B," ujar Mardiansyah.
"Hutama Karya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses penanganan berlangsung. Dan mengimbau seluruh pengguna jalan untuk tetap waspada dengan berkendara pada kecepatan rendah, mematuhi seluruh rambu dan instruksi petugas," sambungnya.
| Pertanyakan Bantuan Banjir, Masyarakat Besitang Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Langkat |
|
|---|
| Dapur Lapangan Brimob Polda Sumut Masak 400 Porsi untuk Warga Terdampak Bencana di Langkat |
|
|---|
| 11 Tanggul di Langkat Jebol Diterjang Banjir, Kini Mulai Diperbaiki |
|
|---|
| Daftar 13 Korban Meninggal Akibat Banjir Besar di Langkat, Berikut Nama-namanya |
|
|---|
| Gubernur Jatim Sambangi Pengungsi Banjir di Hinai, Bupati Langkat: Bantuan Terus Bergulir |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/medan/foto/bank/originals/Petugas-Jalan-Tol-Binjai-Langsa-saat-memeriksa-kondisi-jalan.jpg)