Berita Medan

Kumpul IV Hadirkan Ruang Apresiasi dan Dialog Karya Seni, Libatkan Peserta dari Berbagai Daerah

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempresentasikan karya yang sedang atau telah mereka selesaikan.

Tayang:
Penulis: Husna Fadilla Tarigan | Editor: Ayu Prasandi
TRIBUN MEDAN/Husna Fadilla Tarigan
SENIMAN- Peserta dan pengunjung mengamati serta mendiskusikan karya seni yang dipresentasikan dalam kegiatan Kumpul IV di Clapham Collective, Medan, Sabtu (6/6/2026). Kegiatan yang digagas Gua Lokal ini menjadi ruang temu bagi pegiat dan penikmat seni untuk berbagi karya, gagasan, kritik, serta apresiasi dalam upaya memperkuat jejaring seni lintas daerah.  

TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN – Komunitas kreatif Gua Lokal kembali menggelar program tahunan Kumpul IV, sebuah ruang temu dan apresiasi bagi pegiat seni yang tahun ini berlangsung di Clapham Collective, Ruko Centerpoint Medan, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan yang telah memasuki penyelenggaraan keempat ini menjadi wadah bagi seniman dan penikmat seni untuk bertemu, berbagi karya, sekaligus bertukar gagasan, kritik, dan apresiasi terhadap proses kreatif yang dijalani masing-masing peserta.

Perwakilan Gua Lokal, Jedy, menjelaskan bahwa program Kumpul pertama kali digelar pada 2023 dengan gagasan sederhana, yakni menghadirkan ruang berkumpul bagi para pegiat seni.

“Awalnya kami ingin ada satu ruang di mana teman-teman bisa saling melihat karya dan mengumpulkan saran, apresiasi, maupun kritik. Jadi konsepnya memang kumpul karya, kumpul masukan, dan kumpul bareng,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mempresentasikan karya yang sedang atau telah mereka selesaikan.

Audiens yang hadir juga diberi kesempatan untuk berdiskusi mengenai gagasan di balik karya, proses penciptaan, hingga hasil akhir yang ditampilkan.

Tahun ini, Kumpul IV diikuti 10 peserta yang menampilkan satu hingga dua karya. Ragam karya yang dipresentasikan mencakup multimedia, lukisan, kolase, pertunjukan (performance), fotografi, hingga film.

Menurut Jedy, tujuan utama kegiatan ini bukan hanya memperlihatkan karya kepada publik, tetapi juga membangun keterhubungan dan jejaring antarsesama pegiat maupun penikmat seni.

“Yang ingin dicapai adalah keterhubungan dan jaringan antar kita yang sama-sama senang dengan seni, baik sebagai pegiat maupun penikmat,” katanya.

Ia menilai stigma bahwa apresiasi seni di Medan rendah tidak sepenuhnya tepat.

Menurutnya, apresiasi hanya bisa dikatakan kurang apabila sebuah pameran atau kegiatan seni yang berkualitas tidak mendapat perhatian dari masyarakat.

Karena itu, melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan dari tahun ke tahun, pihaknya melihat adanya kerinduan dari para pegiat seni untuk memiliki ruang bertemu dan berdiskusi.

“Setiap kegiatan yang kami buat menunjukkan bahwa sebenarnya ada kebutuhan untuk saling terhubung. Khususnya di Kumpul, ini menjadi sesuatu yang dirindukan karena hanya berlangsung setahun sekali,” ujarnya.

Peserta Kumpul IV tidak hanya berasal dari Kota Medan. Beberapa di antaranya datang dari berbagai daerah seperti Langsa, Bireuen, dan Padang.

Selain itu, terdapat pula peserta pameran yang berasal dari Aceh hingga Bengkulu.

Sumber: Tribun Medan
Halaman 1/2
Tags
karya seni
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved