Berita Nasional

Mengapa Harga Plastik Mahal? Inaplas Ungkap Penyebabnya

Asosiasi Industri Olefin Aromatik Plastik (Inaplas) mengungkapkan, kenaikan harga plastik ini tak lepas dari kondisi geopolitik Timteng.

Tayang:
Editor: Array A Argus
Pinterest/Firma Huishouden
MAKIN MAHAL- Sejak awal maret 2026 kemarin, harga plastik makin mahal. Ini terjadi karena terhambatnya pasokan akibat kondisi geopolitik di Timur Tengah. 

Setelah menjadi polimer, bahan ini selanjutnya dapat dilelehkan, dibentuk, atau dicetak menjadi berbagai produk plastik sesuai kebutuhan.

Baca juga: Alasan Aipda Vicky Mundur dari Polisi usai Tangani Korupsi, Kini Tertawa Sambil Jualan Kopi

Dengan memahami asal-usul dan proses pembuatannya, kita bisa melihat bahwa plastik bukan hanya sekadar produk akhir, tetapi merupakan hasil dari rangkaian panjang pengolahan bahan baku energi.

Informasi ini juga menegaskan pentingnya inovasi dalam penggunaan bahan terbarukan untuk mengurangi dampak lingkungan yang ditimbulkan plastik konvensional.

Upaya industri cari alternatif bahan baku

Untuk mengatasi krisis pasokan, pelaku industri mulai mencari sumber bahan baku alternatif dari luar kawasan Teluk, seperti Asia Tengah, Afrika, hingga Amerika.

Baca juga: Kabar Presiden AS Donald Trump Masuk RS, Klarifikasi Gedung Putih: Tidak Benar, Dia Bekerja Keras

Namun, opsi ini memiliki tantangan tersendiri. Selain harga yang lebih mahal, waktu pengiriman juga jauh lebih lama, bisa mencapai 50 hari.

“Harga itu sekarang sudah nomor kesekian, yang penting ada barang (bahan baku) dulu sekarang,” kata Fajar.

Selain nafta, industri juga mempertimbangkan penggunaan propana atau kondensat sebagai alternatif bahan baku. Meski demikian, masih ada kendala terkait bea masuk yang diharapkan bisa dikaji ulang oleh pemerintah.(tribun-medan.com)

Baca berita TRIBUN MEDAN lainnya di Google News

Ikuti juga informasi lainnya di FacebookInstagram dan Twitter   dan WA Channel

Berita viral lainnya di Tribun Medan  

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved