Breaking News

Berita Viral

Kajari Medan dan Jaksa NTT Diduga Terlibat Pemerasan, Pengacara Bawa 2 Unit HP Bukti Percakapan

Fransisco mengatakan pihaknya telah membawa dua unit telepon genggam milik Hironimus Sonbay dan ayahnya Sebagai barang bukti

Tayang: | Diperbarui:
Kompas.com
Pengacara kontraktor Hironimus Sonbay alias Roni, Fransisco Bernando Bessi, kembali menjalani pemeriksaan di bagian Asisten Pengawasan (Aswas) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (11/5/2026).(KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BERE) 

Menurut pengakuan Roni, ia kembali mengeluarkan dana hingga total Rp 175 juta, termasuk untuk membayar tenaga ahli dari Politeknik. 

Uang tersebut disebut diserahkan secara bertahap kepada Noven. Selain itu, atas permintaan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Roni juga disebut menyerahkan uang Rp 500 juta.

Meski telah mengeluarkan sejumlah dana, proses hukum terhadap proyek tersebut tetap berjalan hingga masuk tahap persidangan. 

Fransisco menyebut seluruh keterangan itu merupakan hasil wawancaranya dengan Roni sebelum kliennya ditangkap dan ditahan pada Juli 2025.

Dalam perkara ini, Hironimus Sonbay terlibat proyek renovasi 12 sekolah di Kabupaten Kupang dengan nilai anggaran mencapai Rp 28 miliar. Proyek tersebut diduga menyebabkan kerugian negara sekitar Rp 2 miliar. 

Percakapan WhatsApp diungkap

Fransisco juga membeberkan isi percakapan WhatsApp antara Roni dengan Ridwan, Noven, serta percakapan Roni dengan ayahnya.

Pada 9–10 Agustus 2022, Ridwan mengirim dua tautan berita TVRI NTT terkait kondisi SDI Bismarak yang dilaporkan ke Kejati NTT dan menanyakan siapa pelaksana proyek tersebut.

Roni kemudian menjawab bahwa dirinya yang mengerjakan proyek itu dan kerusakan telah diperbaiki sebelum serah terima pekerjaan atau final hand over (FHO). 

“Tapi semua sudah dibenahi sebelum FHO Pak,” tulis Roni. Ridwan kemudian membalas, “Siap-siap su (sudah).”

Menurut Fransisco, pada 20 Agustus 2022 Ridwan kembali menelepon Roni dan meminta sejumlah uang.

“Ridwan telepon minta uang, tapi Roni tidak mau layani. Setiap kali dia minta uang Rp 50 juta sampai Rp 100 juta,” ujar Fransisco. 

Disebut dijadikan “ATM” Akibat terus dihubungi dan diminta uang, Roni kemudian mencurahkan keluhannya kepada sang ayah melalui pesan WhatsApp.

Dalam percakapan itu, Roni mengaku pusing karena Ridwan disebut terus meminta uang setiap bulan. Selain uang tunai, Roni juga mengaku membayar biaya karaoke dan memberikan 400 zak semen kepada Ridwan.

Jika diakumulasi, total uang dan bantuan yang diberikan disebut mencapai sekitar Rp 295 juta. 

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved